Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Polisi menangkap seorang wanita dan dua kaki tangannya belum lama ini di Lashariwala, Pakistan.
Mereka diduga mencampur minuman dengan racun tikus hingga mengakibatkan kematian 13 orang keluarganya.
Menurut Kepala Polisi Dera Ghazi Khan, Sohail Tajak, mereka telah menangkap seorang wanita bernama Asia Bibi, temannya Shahid, dan seorang kerabatnya Zareena.
Polisi membentuk tim khusus yang bertugas menyelidiki kematian 13 anggota keluarga Akram Lashar, warga desa Mauza Kundai di Seetpur.
Setelah melakukan penyidikan, polisi mendapat keterangan bahwa Asia Bibi tidak setuju pernikahannya dengan sepupunya, Amjad, putra Akram Lashar.
Selama 45 hari pernikahan mereka, Asia selalu bertengkar dengan suaminya dan saudara-saudara iparnya beberapa kali.
Wanita itu bahkan nekad meninggalkan suaminya itu untuk pulang ke rumah orang tuanya.
© Dream
Menurut polisi, Asia bersama Shahid dan Zareena kemudian membuat rencana untuk membunuh Amjad dan anggota keluarga suaminya yang lain.
Pada 26 Oktober, dia menaruh tablet racun tikus ke dalam panci berisi minuman.
Saat makan siang, dia menyajikan minuman beracun itu ke anggota keluarga suaminya hingga mengakibatkan 19 orang jatuh pingsan satu demi satu.
Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Nishtar di Multan dan Rumah Sakit Pengajaran Dera Ghazi Khan. Sayang, ke-13 anggota keluarga Akram Lashar, termasuk Amjad, meninggal dunia. Sementara enam lainnya masih dalam perawatan.
© Dream
Petugas polisi Dera Ghazi Khan, Awais Ahmad, mengatakan, Asia dan dua kaki tangannya ditangkap dan didakwa menggunakan pasal anti-terorisme.
Penduduk setempat mengubur ke-13 anggota keluarga Akram Lashar secara swadaya karena pemerintah setempat tidak memberi bantuan keuangan apapun meskipun ada pengumuman sebelumnya.
Ahli waris korban hanya menerima uang 50.000 rupee Pakistan (setara Rp6,4 juta) untuk dipakai sebagai biaya penguburan.
(Sumber: dawn.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya