Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Selamat dari bahaya tentu jadi harapan kita. Terutama ketika menghadapi situasi seperti sekarang ini, penuh ketidakpastian akibat wabah virus corona.
Kita juga berharap tidak ada satupun anggota keluarga yang sampai tertimpa bahaya. Khususnya untuk anak-anak kita.
Dalam menghadapi situasi saat ini, kita tentu terus berikhtiar. Menjaga kesehatan dan kebersihan diri, serta menjaga agar tidak berada dalam jarak dekat dengan orang lain.
Pun demikian dengan keluarga. Kita juga perlu melindungi mereka dari bahaya terutama Covid-19.
Sesudah berikhtiar, perlu kiranya kita mengirinya dengan doa kepada Allah. Agar keluarga terlindung dari bahaya, dianjurkan membaca doa ini.
Doa ini dianjurkan dibaca antara azan dan iqamah. Karena waktu tersebut termasuk mustajab.

Allahumma inni as-alukal 'afiyata fid dunya wal akhirah, rabbighfirli wa liwalidayya warhamhuma kama rqbbayani shaghira. Allahumma barik lana fii dzurriyyatina wa la tadhurrahum wa waffiqna wa waffiqhum li tha-'atika warzuqna birrahum.
Artinya,
" Ya Allah, aku memohon kepada-Mu afiyah (keselamatan) di dunia dan akhirat. Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka merawatku ketika aku masih kecil. Ya Allah, berkahilah kami di dalam keturunan kami dan janganlah Engkau menimpakan bahaya kepada mereka, berilah pertolongan kepada kami dan berilah pertolongan kepada mereka untuk taat kepada-Mu, dan berilah kami rizeki kebaikan mereka."
Dream - Hari ini kita telah berada di bulan Syaban. Salah satu bulan yang mengandung kemuliaan.
Syaban adalah bulan yang terletak di antara Rajab dan Ramadan. Karena itulah, bulan ini tidak terlalu dianggap penting lantaran banyak yang mengejar keutamaan dua bulan tersebut.
Sebagai bulan yang mengandung kemuliaan, kita bisa mengisinya dengan banyak amalan sunah untuk meraihnya. Salah satunya dengan melaksanakan puasa sunah.
Patut kita pahami, sebenarnya tidak ada puasa sunah khusus untuk Syaban. Tetapi, kita melaksanakan beragam puasa sunah sebagaimana di bulan-bulan lain.
Puasa sunah tersebut menjadi lebih utama mengingat dilaksanakan pada bulan Syaban. Karena di bulan tersebut, catatan amal manusia akan diangkat ke Lauh Mahfuz.
Karena puasa sunah, maka niatnya dapat dilakukan di malam hari atau siang hari. Ini untuk membedakan dengan puasa Ramadan yang memasukkan niat sebagai salah satu rukunnya.

Nawaitu shauma ghadin 'an ada’i sunnati sya‘bana lillahi ta'ala.
Artinya,
" Aku berniat puasa sunah Syaban esok hari karena Allah SWT."

Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada'i sunnati sya'bana lillahi ta'ala.
Artinya,
" Aku berniat puasa sunah Syaban hari ini karena Allah SWT."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya