Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana
Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, menyoroti rendahnya minat baca masyarakat Indonesia berdasarkan tingkat literasi global. Data dari UNESCO menunjukkan bahwa tingkat membaca di Indonesia sangat memprihatinkan, hanya sebesar 0,001%. Ini berarti, dari 1.000 orang Indonesia, hanya satu orang yang memiliki kebiasaan membaca.
“ Minat baca masyarakat sangat rendah artinya harus ada kebijakan konkret dari Perpustakaan Nasional agar bagaimana caranya minat membaca masyarakat ini meningkat tajam,” ungkap Bonnie dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X bersama Kepala Perpusnas di Gedung DPR, Kamis (24/4/2025).
Dalam pemeringkatan minat membaca, Indonesia menduduki posisi ke-60 dari 61 negara, berada tepat di bawah Thailand (59) dan sedikit lebih baik dibanding Botswana (61). Padahal, dari sisi infrastruktur pendukung literasi, Indonesia memiliki skor yang lebih baik dibanding sejumlah negara Eropa.
Bonnie menekankan pentingnya kesadaran bahwa sumber bacaan kini beragam. Selain buku cetak, ada juga e-book, jurnal, hingga hasil riset yang dapat diakses melalui berbagai platform digital terpercaya.
“ Berdasarkan temuan lapangan banyak sekalian perpustakaan di daerah yang terbengkalai, ini menunjukkan bahwa pemerintah juga kurang serius untuk meningkatkan minat baca masyarakat,” lanjutnya.
Tak hanya soal fasilitas, Bonnie juga menyoroti ancaman terhadap naskah kuno akibat kebijakan efisiensi anggaran. Ia memperingatkan potensi hilangnya sekitar 8.400 naskah kuno yang rentan rusak akibat kelembapan tinggi, khususnya di lingkungan Perpusnas, jika tidak segera dilakukan upaya pelestarian.
“ Ada baiknya pemangkasan anggaran selain tidak menganggu pelayanan publik juga tidak menganggu preservasi karena peradaban bangsa terekam dengan jelas melalui naskah kuno yang terancam rusak,” tambahnya.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
