Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jenazah Di Tengah Jalanan Arab Saudi (Foto: Khaleej Time)
Dream - Artikel tentang kasus pembunuhan berantai tengah menjadi perbincangan. Dalam artikel itu disebut kasus ini terjadi dalam beberapa minggu terakhir.
Dalam artikel yang mengutip laman Daily Mail itu menulis bahwa tiga mayat ditemukan dalam rentang dua minggu. Sangat janggal.
Kejanggalan itu semakin terlihat karena polanya nyaris sama. Mayat-mayat itu terbalaut selimut. Diletakkan di atas tempat tidur dan ditaruh di jalanan.
Pada artikel yang diunggah pada Senin 5 Agustus 2019 ini menulis bahwa salah satu jenazah ditemukan di jalan Al Dayer, Jazan, Arab Saudi.
Tanggal terbit artikel itu seolah-olah peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada pekan ini. Padahal tidak demikian.
Kasus pembunuhan misterius ini pernah dimuat oleh laman Khaleej Time pada 18 Oktober 2018. Artikel itu berjudul 3 times in 2 weeks: Another body found on road in Saudi Arabia.
Menurut artikel itu, tiga jasad korban pembunuhan misterius itu ditemukan di Arab Saudi dalam rentang dua minggu. Ketiga jasad itu diyakini berkebangsaan Afrika.
Jasad-jasad tersebut terbungkus selimut dan ditemukan di tengah jalanan. Laporan tersebut mengutip sumber yang tidak disebutkan identitasnya.
Dua jasad, masing-masing ditemukan di Provinsi Asir dan Dayer. Satu jasad lain ditemukan di Al Dayer Bani Malik Provinsi Jazan pada 12 Oktober 2018.
Artikel itu juga menyebut bahwa penyebab kematian kasus ini belum terungkap. Otoriats Saudi kala itu masih melakukan investigasi untuk mengetahui motif pembunuhan tersebut.
Dream - Kabar dibukanya kelab malam White di tepi pantai Jeddah, Arab Saudi, menuai kontroversi. Kelab malam yang merupakan cabang dari tempat hiburan di Dubai dan Beirut itu seolah menandai arah baru Arab Saudi.
Dilaporkan Al Jazeera, Otoritas Hiburan Umum Arab Saudi (GEA) mengeluarkan bantahan telah memberi izin pembukaan kelab malam tersebut.
Bahkan, rencananya, pejabat hiburan Saudi membuka penyelidikan mengenai pembukaan kelab malam itu.
Dalam sebuah pernyataan yang dibuat di akun Twitter resminya, GEA mengumumkan pembukaan investigasi langsung ke video yang beredar daring konon menunjukkan interior tempat tersebut.
" Menurut informasi yang diberikan kepada GEA, acara (Proyek X) itu melanggar prosedur hukum dan peraturan yang berlaku, dan belum disahkan oleh badan tersebut," kata pernyataan itu.
GEA awalnya mengeluarkan izin untuk acara lain, tambahnya. " Kontraktornya kemudian mengambil keuntungan dari perpanjangan lisensi itu untuk melakukan pelanggaran serius dan tidak dapat diterima ini."
Sebelumnya, sejumlah outlet media regional melaporkan bahwa " kelab malam halal" pertama akan dibuka pada Kamis di tepi pantai Jeddah.
Menurut halaman Facebook, White Arab Saudi, penyanyi asal Amerika Serikat (AS) Ne-Yo tampil di malam pembukaan. Sesuai dengan iklan, waktu pembukaan kelab akan antara pukul 22.00 hingga pukul 03.00. Harga tiket masuknya, seharga 500-1.000 riyal Saudi, setara Rp1,9 juta hingga Rp3,8 juta.
Pembukaan itu segera memicu kontroversi pengguna media sosial Arab Saudi. Ada yang memuji pembukaan kelab sebagai bagian dari rencana reformasi Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk memodernisasi kerajaan konservatif.
Meski demikian, ada protes dari sebagian pengguna. Pembukaan kelab malam halal itu sebagai oxymoron. Beberapa laporan mengatakan bahwa fotografi akan dilarang keras di dalam kelab dan juga orang-orang yang berusia di bawah 18 tahun.(Sah)
Dream - Tak hanya di Indonesia, semarak membangunkan sahur ternyata juga ada di Arab Saudi.
Di Tanah Nabi, kegiatan ini dikerjakan seorang pria bergamis yang membawa semacam gendang untuk tetabuhan. Kegiatan ini bernama Musaharati.
Tetapi, julukan lain diberikan. Laporan Arab News menyebut, orang yang menjalani kegiatan itu di provinsi timur Arab Saudi dikenal berjuluk, Abu Tabila.
Wilayah Al Ahsa menjadi salah satu lokasi memelihara kegiatan tradisi membangunkan sahur ini.
Saat memasuki waktu sahur, banyak orang dewasa dan anak-anak keluar dari rumah atau mengintip dari jendela demi melihat Abu Tabila melewati rumah sembari memukuli drum.
Kegiatan membangunkan sahur ini merupakan salah satu tradisi tertua di Al Ahsa. Setiap kota memiliki Abu Tabila-nya sendiri-sendiri.
Dia bekerja hingga akhir Ramadan. Sebagai imbalan, orang-orang akan memberinya uang, hadiah, permen, dan paket Idul Fitri.
Direktur Saudi Commission for Tourism and National Heritage (SCTH) di Al Ahsa, Omar Al Faridi, mengatakan bahwa Abu Tabila dikenal dengan pakaian tradisionalnya dan suaranya yang lantang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya