Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Fakta tentang Wanita yang Kotorannya Berwarna Perak

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Senin, 27 Juli 2020 14:46
Fakta tentang Wanita yang Kotorannya Berwarna Perak
Wanita tersebut diketahui menderita kanker dan mengalami pusing sebelumnya.

Dream - Seorang wanita asal Washington DC, Amerika Serikat, terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat setelah kotorannya berwarna perak.

Wanita berusia 69 tahun ini kemudian menjalani perawatan di rumah sakit Universitas MedStar Georgetown.

Menurut laporan New England Journal of Medicine, wanita tersebut dinyatakan menderita kanker dan sempat merasakan pusing secara terus-menerus.

1 dari 2 halaman

Kanker Menyebar hingga ke Hati

Sampel kotoran berwarna perak

Para dokter mengungkapkan bahwa wanita ini memiliki 'warna kotoran yang tak biasa'. Dalam laporan yang ditulis, terlihat sebuah sampel yang tampak seperti logam.

Di awal pemeriksaan, dokter menyebut kemungkinan penyebab kotoran berwarna perak adalah adanya penyakit kuning dan efek samping dari obat yang diminumnya.

Setelah mengetes sampel kotoran, dokter menyimpulkan kanker yang dideritanya telah menyebar dari usus ke hati. 

Menurut laporan The Mirror, dalam tubuh wanita tersebut juga ditemukan tumor kolorektal stadium lanjut sehingga ia harus menjalani perawatan di rumah sakit.

2 dari 2 halaman

Segera Konsultasi ke Dokter

X-ray yang menunjukkan kanker menyebar sampai ke hati

" Warna kotoran manusia umumnya dipengaruhi oleh apa yang dimakan dan juga oleh jumlah empedu - cairan kuning-hijau yang mencerna lemak - dalam feses. Saat pigmen empedu berjalan melalui saluran pencernaan, kotoran secara kimiawi diubah oleh enzim, mengubah pigmen dari hijau menjadi coklat," jelas Dr Michael F. Picco, seorang dokter di Mayo Clinic.

Sebenarnya kotoran memiliki berbagai warna yang berbeda. Jika kotoran berwarna merah terang atau hitam (yang mengindikasi adanya darah) sebaiknya segera menghubungi dokter agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Sumber Daily Star

 

Beri Komentar