4 Gempa Dahsyat Ini Terjadi Berdekatan Fenomena Supermoon?

Reporter : Sugiono
Jumat, 2 Februari 2018 13:01
4 Gempa Dahsyat Ini Terjadi Berdekatan Fenomena Supermoon?
Gerhana bulan yang terjadi pada 30 Januari sampai 2 Februari 2018 itu akan menimbulkan fenomena alam yang disebut 'amplifikasi'.

Dream - Sempat menyaksikan Super Blue Blood Moon tanggal 31 Januari kemarin malam? Indah bukan penampakannya.

Namun, banyak yang tidak tahu bahwa seorang peneliti Belanda, Frank Hoogerbeets, telah mengklaim bahwa fenomena Supermoon pada 31 Januari 2018 akan menghasilkan beberapa peristiwa aneh seperti gempa bumi.

Dia menambahkan gerhana bulan yang terjadi pada 30 Januari sampai 2 Februari 2018 itu akan menimbulkan fenomena alam yang disebut 'amplifikasi' yaitu getaran atau tremor.

" Fenomena Supermoon tidak hanya memicu peningkatan aktivitas seismik atau pergerakan Bumi, namun juga memicu 'penguatan' yang berisiko meningkat gerakan berkali-kali.

" Saya memperkirakan akan ada gempa berkekuatan 6 sampai 7 pada skala Richter antara 30 Januari dan 2 Februari," kata Hoogerbeets seperti dikutip dari situs Inggris, Express, Senin.

Namun, pernyataan Hoogerbeets itu dibantah oleh banyak ilmuwan, termasuk Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA).

" Supermoon adalah fenomena di mana Bulan mengorbit lebih dekat ke Bumi daripada biasanya. Pengaruhnya semakin kentara saat bertepatan dengan bulan purnama," kata Goddard, seorang ilmuwan di Space Flight Center NASA seperti dikutip dari portal Space.com.

Tapi, tambah Goddard, pengaruh Supermoon di Bumi agak kecil. Apalagi, menurut kajian yang dilakukan ahli seismologi dan pakar gunung berapi, fenomena Supermoon sama sekali tidak memengaruhi keseimbangan energi di dalam Bumi.

Meski begitu, beberapa sumber mengatakan bahwa jika fenomena Supermoon muncul, maka akan terjadi sejumlah bencana alam yang mengerikan, terutama gempa bumi.

Seperti dikutip dari beberapa sumber, berikut adalah empat gempa dahsyat yang terjadi berdekatan dengan munculnya fenomena Supermoon.

1 dari 4 halaman

Gempa dan Tsunami Aceh, Indonesia (2004)

Dream - Gempa berukuran 9.1 skala Richter melanda wilayah Aceh pada 26 Disember 2004 yang mengakibatkan gelombang tsunami yang sangat dahsyat.

Dari Aceh, gelombang raksasa 'tempias' ke 12 negara lain yang terletak di pesisir Samudera Hindia. Seperti Thailand, Sri Lanka, India, Maladewa, Thailand, Myanmar, Malaysia, Somalia, Tanzania, Seychelles, Bangladesh, dan Kenya.

Bencana tersebut telah menelan 230 ribu nyawa. Sejumlah pihak mengaitkan Tsunami Aceh dengan Supermoon yang terjadi 2 minggu setelahnya, pada tanggal 10 Januari 2005.

Pun sejumlah ilmuwan meragukan pendapat tersebut. Ahli geologi dari Middlebury College, Dr. Ray Coish mengatakan efek Bulan yang terjadi hanya beberapa menit tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan lempeng Bumi.

Gempa bumi dan tsunami di Aceh disebabkan oleh pergerakan lempeng Samudera Hindia yang berkontraksi dengan lempeng Burma pada kedalaman 30 kilometer.

Oleh karena itu, pasang surut yang disebabkan oleh Bulan tidak dapat menyebabkan gelombang raksasa dan menggerakkan Bumi dengan begitu dahsyat.

2 dari 4 halaman

Gempa dan Tsunami Jepang (2011)

Dream - Gempa pada 9 skala Richter yang mengguncang Jepang berlangsung pada tanggal 11 Maret 2011, atau 8 hari sebelum munculnya Supermoon pada tanggal 19 Maret 2011.

Namun, seperti dikutip dari portal LiveScience, seorang ilmuwan Geologi AS, John Bellini mengatakan bahwa kejadian tersebut hanya kebetulan saja

Sebenarnya, gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang tidak secara langsung berhubungan dengan fenomena Supermoon.

Korelasi tidak signifikan antara bulan purnama atau bulan baru dengan aktivitas pergerakan Bumi terjadi apabila Matahari dan Bulan dalam keadaan sejajar.

Pasang yang lebih kuat dari biasanya akan menghasilkan tekanan yang meningkat pada lempeng tektonik. Namun tekanannya tidak begitu kuat untuk bisa memicu gempa.

" Menyalahkan Supermoon sebagai penyebab gempa sama saja dengan menyalahkan kejadian kebakaran sebuah rumah padahal pelakunya berada di luar kota selama kejadian tersebut.

" Pada umumnya, bencana seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, dan bencana tektonik lainnya tidak dipengaruhi oleh putaran atau pasang surut Bulan," jelas Bellini seperti dikutip dari portal Life’s Little Mysteries.

3 dari 4 halaman

Gempa Bumi Christchurch, Selandia Baru (2011)

Dream - Gempa dahsyat di Christchurch pada 22 Februari 2011, terjadi tidak jauh dari munculnya Supermoon pada tanggal 19 Maret 2011.

Gempa berkekuatan 6,5 skala Richter itu mengguncang daerah tersebut ketika warga Christchurch hendak bersiap melanjutkan rutinitas sehari-hari mereka setelah beristirahat.

Efeknya sangat mengerikan saat banyak bangunan roboh dengan puing-puingnya menimpa kendaraan dan orang.

Saluran listrik dan telepon juga mati sementara pipa air pecah hingga airnya membanjiri jalanan. Setelah kehancuran itu, Christchurch dinyatakan dalam keadaan darurat.

Setelah itu, peristiwa yang sama berlanjut saat gempa berkekuatan 7,4 skala Richter mengguncang South Island di Selandia Baru pada 13 November 2016, termasuk Christchurch.

Setelah gempa terjadi, tsunami kemudian dilaporkan melanda daerah tersebut namun tidak dalam skala besar.

4 dari 4 halaman

Gempa Bumi Haiti (2010)

Dream - Gempa berkekuatan 7 skala Richter yang menghancurkan Haiti pada 12 Januari 2010 menewaskan setidaknya 200 ribu orang. Kejadian tersebut terjadi sebelum muncul Supermoon pada tanggal 30 Januari 2010.

Dalam insiden pada pukul 4.30 pagi, gempa terjadi pada jarak 15 mil dari ibukota Port-au-Prince dan mengakibatkan sekitar 70 persen bangunan hancur.

Lebih menyedihkan lagi, istana kepresidenan juga dilaporkan telah roboh saat kejadian mengerikan itu menyapa daerah tersebut. Setelah itu, ilmuwan menemukan sesuatu yang tak terduga.

Gempa tersebut tidak diakibatkan oleh kerusakan pada Enriquillo (patahan yang terletak di antara lempeng Karibia dan Amerika Utara) seperti yang diperkirakan sebelumnya. Sebaliknya, hal ini disebabkan oleh kerusakan baru.

Gempa di Haiti juga memberi pelajaran tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana, termasuk kekuatan struktur bangunan.

(Sumber: eberita.org)

Beri Komentar