Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Berpakaian tentu menyesuaikan tempatnya. Tetapi jika dalam kondisi darurat, ketentuan ini tentu bisa diabaikan.
Seorang wanita baru-baru ini mencuitkan tentang pengalaman buruknya ketika surat izin sakitnya ditolak tempat kerja. Alasannya, dia minta izin tidak masuk kerja dengan pakaian yang dinilai terlalu seksi.
Wanita itu berprofesi sebagai perawat di sebuah rumah sakit swasta di Penang, Malaysia. Dia minta izin tak masuk kerja lantaran tidak enak badan usai berpesta bersama teman-temannya di malam pergantian tahun.
" Jadi MC (Medical Certificate) saya ditolak rumah sakit, karena saya pergi ke departemen darurat mengenakan gaun dan suster kepala di sana mengatakan bahwa itu terlalu seksi untuk saya yang sedang sakit, dan dia berkata saya berpura-pura sakit untuk mendapatkan izin," tulisnya di akun anonim.
Wanita itu menjelaskan semua berawal ketika dia pergi makan pada Malam Tahun Baru dengan teman-temannya. Pada jam-jam awal 1 Januari 2022, dia mulai merasa benar-benar sakit dan muntah enam kali.
" Saya bekerja pada pukul 6.30 pagi pada 1 Januari. Namun, setelah saya muntah, saya merasa sangat lemah dan memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk memeriksa diri dan mendapatkan MC untuk shift saya yang dalam beberapa jam," lanjutnya.
Wanita itu menjelaskan bekerja sebagai perawat di rumah sakit swasta itu, dia hanya bisa mendapatkan MC dari salah satu dokter. Namun, dokter itu hanya memberikannya obat tanpa surat izin.
Dia kemudian diminta berbicara dengan kepala perawat di saat dia benar-benar tidak bisa pergi bekerja dalam beberapa jam. Kepala perawat pun menolaknya karena dia belum mendapatkan MC dari dokter yang bertanggung jawab.
Kepala perawat kemudian mengatakan dia dapat mencoba datang lagi di pagi hari sebelum shift untuk mendapatkan MC.
Dia akhirnya kembali ke rumah sakit pada jam 9.00 setelah jam tukar seharusnya mulai bertemu dengan dokter yang berbeda yang akhirnya memberinya slip MC.
Setelah dia menyerahkan MC dan kembali ke rumah, dia kemudian menerima telepon di malam hari. Salah satu temannya yang memberitahunya bahwa MC-nya ditolak.
Teman itu melanjutkan untuk memberitahunya bahwa kepala perawat itu memberi tahu kepala lain untuk menolak MC-nya. Pemicunya, dia sebelumnya datang mengenakan gaun yang " terlalu seksi" , dikutip dari World of Buzz.
Laporan: Anzila Riskia Putri
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya