Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Iklan Jual Ginjal Demi IPhone 14 (Foto: Dr. Nith Beauty Center)
Dream - Banyak cara dilakukan sejumlah orang untuk mencuri perhatian masyarakat khususnya melalui media sosial. Kalangan netizen menyebut cara menarik perhatian ini sebagai S3 marketing karena sering kali cara promosi mereka membuat heboh hingga menjadi viral.
Bergitu pula dengan iklan yang sempat menghebohkan warga Laos belum lama ini. Sebuah pusat kecantikan membuat konten promo dengan mengajak pengguna media sosial menjual salah satu ginjalnya.
Sebagai balasan, para penjual ginjal akan diberikan gawai ternyata dari Apple yaitu iPhone14. Seperti diketahui perusahaan besutan Steve Jobs ini baru memperkenalkan seri terbaru iPhone tersebut dengan banderol mulai dari Rp13 juta sampai Rp27 juta.
Tak butuh waktu lama untuk membuat iklan menjual ginjal demi iPhone dari klinik kecantikan itu menjadi viral dan menuai kecaman. Namun kehebohan ini terjadi di kalangan netizen Thailand.
Iklan tersebut menunjukkan tiga anak muda memegang iPhone dan memperlihatkan perban seolah-olah bekas operasi pengangkatan organ di sisi sebelah kiri perut mereka.

Banyak pihak yang mengecam iklan tersebut karena khawatir orang-orang akan mengikuti ajakan iklan itu untuk menjual organnya demi mendapatkan ponsel terbaru produksi Apple.
Dokter Sophon Mekhton dari Pusat Donasi Organ Palang Merah Thailand menyebut iklan itu " menyesatkan" . Dia mengatakan iklan itu tidak bermoral dan tidak etis.
" Tidak ada perdagangan organ seperti ini. Ini dilarang," katanya dikutip dari laman Coconuts, Jumat, 16 September 2022.
" Tidak pantas perdagangan organ dipromosikan, apalagi demi uang untuk membeli iPhone. Itu tidak bermoral dan tidak etis," lanjutnya.
Pengguna media sosial di Thailand juga mengecam iklan tersebut. " Tahu enggak candaan begini tidak lucu sama sekali," tulis Satsada Thanaborirak.
" Dungu," tulis warganet lainnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya