Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Pengemis Naik Mobil Pribadi (Pojoksatu.id)
Dream - Kota Bogor digegerkan oleh terjaringnya seorang pengemis dalam operasi Satpol PP. Foto pengemis itu tersebar di media sosial dan menjadi pergunjingan.
Pengemis itu tertangkap saat beraksi di pertigaan lampu merah Jalan Yasmin. Yang mengejutkan, pengemis itu tertangkap kamera tengah membuka pintu mobil MPV warna hijau dengan kunci di tangannya. Ternyata, dia kerap menyetir mobil sendiri saat berangkat dan pulang mengemis.
Menurut pemilik akun @p.dwivira, pengemis itu selalu menyetir mobil sendiri ketika berangkat dan pulang beraksi. Terkadang, si pengemis juga diantarkan oleh sopir pribadi yang diupah Rp200-500 ribu sehari.
" Kabar ini sebenernya udah lama, akupun dapet info dari abang grab waktu itu, jadi si bapak ini tuh punya supir. Nah supirnya ini ngobrol sama driver yg aku tumpangi ini, si supir bapak ini cerita kalo dia sekali disupirin bisa dapet 200-500 ribu perhari," tulis pemilik akun, dikutip dari Pojoksatu.id.
Selain itu, pengemis tersebut juga punya rumah mewah. Letaknya di Kampung Jakimun, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Tak hanya itu, pengemis tersebut juga punya banyak mobil.
Hal itu diungkapkan oleh pemilik akun @kzendraokta29. Menurut dia, rumah mewah pengemis itu tidak jauh dari tempat tinggalnya.
" Dekat sama rumah saya cuma beda kampung aja," ucapnya.
@kzendraokta29 mengaku sering melihat pengemis berusia sekitar 60 tahunan itu berdiri di pinggir jalan. Ternyata, pria itu sedang menunggu jemputan untuk diantar ke tempat mengemis.
" Sering lihat dia nunggu di pinggir jalan, lalu dijemput sama mobil Avanza, setiap pagi ketika saya berangkat kerja pasti si bapak itu ada," ucap dia.
Dia sempat mengira pengemis itu tinggal di Bogor. Ini lantaran pria itu sering terlihat mengemis di Jalan Yasmin.
" Faktanya dia malah tinggal dekat sekali dengan rumah saya," ucap dia.
Setelah foto pengemis itu viral, terungkap sejumlah fakta baru yang juga mengejutkan.Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Azrin Syamsudin, mengungkapkan pengemis itu sebenarnya adalah orang kaya.
" Dia juragan angkot, rumah mewah punya, istri tiga," ucap Azrin.
Seharusnya, kata Azrin, pengemis itu dikenai sanksi. Sayangnya, meski terjaring razia, pengemis itu kemudian dilepaskan.
" Harusnya dikenai kurungan 6 bulan dan denda Rp50 juta sesuai Perda 8 Tahun 2011. Besok saya tanga ke Satpol PP.
Sementara Kasatpol PP Kota Bogor, Herry Karnadi, membenarkan pengemis tersebut sempat terjaring razia. Tetapi, petugas membebaskannya lantaran sedang melakukan penertiban alat peraga kampanye di sepanjang Jalan Yasmin.
" Itu kemarin (Senin) saat anggota melakukan penertiban APK bertemu dengan orang itu. Tapi, kemarin hanya diusir saja karena posisi anggota sedang penertiban bersama Bawaslu," kata Herry.
Sumber: Pojoksatu.id
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya