Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Gelombang Panas, Lebih dari 1.700 Orang Tewas Potugal dan Spanyol

Reporter : Edy Haryadi
Senin, 1 Agustus 2022 21:05
Gelombang Panas, Lebih dari 1.700 Orang Tewas Potugal dan Spanyol
Kematian mereka begitu nyata. Dan tragis.

Dream – Pukul lima sore, Jumat 15 Juli 2022.  Sore itu seorang petugas kebersihan jalan Dewan Kota Madrid Spanyol tengah bekerja. Umurnya sudah 60 tahun. Ia sudah bekerja membersihkan jalan kota Madrid itu sejak pukul dua siang. Matahari tengah bersinar garang di kota Madrid. Suhu saat itu mencapai 40 derajat Celsius.

Petugas kebersihan itu merupakan karyawan layanan pembersihan jalan perusahaan Urbaser. Tapi ketika dia sampai di jalan San Diego Avenue, di distrik Puente de Vallecas, mendadak tiba-tiba dia terhuyung. Ia pun jatuh terkapar ke aspal. Pingsan.  

Seorang pejalan kaki yang melihat kejadian itu langsung menghubungi Unit Darurat Kota Madrid. Petugas yang datang segera merawatnya di sekitar tempat itu.

Menurut harian Spanyol El Pais, Layanan Samur-Civil Protection menjelaskan bahwa pria itu memiliki suhu tubuh 41,6 derajat Celcius ketika mereka merawatnya.

Mereka langsung mengoleskan es ke ketiak, selangkangan, dan bagian belakang lehernya, dan juga memberikan cairan. Karena dia tidak juga sadarkan diri, dia diintubasi dan dipindahkan ke Rumah Sakit Gregorio Marañón dalam kondisi serius.

Sehari kemudian, pria pembersih jalan berusia 60 tahun yang tidak disebutkan namanya itu meninggal dunia. Ia tewas karena gelombang panas yang sedang melanda Eropa.

Beberapa jam setelah kematian pekerja, penanggung jawab Lingkungan dan Mobilitas Kota Madrid, Borja Carabante, telah mengumumkan bahwa karyawan kebersihan jalan kota itu akan memiliki kemungkinan untuk membuat jam kerja mereka lebih fleksibel, untuk menghindari jam terpanas, saat gelombang panas tengah terjadi.

Penyapu jalan kota Madrid, Spanyol

(Penyapu jalan kota Madrid, Spanyol/Yahoo News)

“ Sehingga shift dari pukul dua sore menjadi tujuh malam diubah sehingga mereka juga dapat melakukannya dari pukul lima sore hingga dua belas malam secara sukarela… Ini dapat mengurangi efek buruk seperti itu pada pekerja kota”, katanya.

Walikota Madrid, José Luis Martínez-Almeida, belajar langsung dari peristiwa kematian itu. Dalam wawancara di program Cadena SER La Ventana de Madrid, tentang situasi kerja karyawan kebersihan kota  selama musim panas, Walikota mengatakan akan memperhatikan agar petugas kebersihan tidak bekerja di bawah terik matahari dan juga mengaku tidak mengetahui bahwa seragam penyapu jalan itu terbuat dari “ polyester”, bahan yang menahan panas tubuh.

Dia mengaku baru mengetahuinya setelah mendengarkan kesaksian José, seorang pekerja kota, yang menyatakan suhu tinggi terperangkap dalam pakaian kerja itu.  Dihadapkan dengan pernyataan ini, Almeida berjanji bahwa dia akan melakukan perubahan:

“ Saya berjanji untuk berbicara dengan perusahaan untuk melihat apakah perbaikan dapat dilakukan. Dalam gelombang panas seperti ini, seragam poliester tidak membantu Anda sedikit pun, juga tidak menguntungkan Anda untuk dapat bekerja”, kata Almeida meyakinkan.

***

Pria pembersih jalan itu bukan satu-satunya yang tewas akibat gelombang panas yang melanda Spanyol.

Sekitar 360 orang mungkin telah meninggal antara 10 Juli dan 15 Juli karena panas yang ekstrem, menurut perkiraan lembaga kesehatan masyarakat Carlos III.

Sekitar 30 kebakaran terpisah berkobar di sebagian besar wilayah Spanyol, dan suhu telah meroket di atas 40 derajat di beberapa tempat selama beberapa hari.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez akan mengunjungi wilayah Extremadura di Spanyol barat tempat orang-orang telah dievakuasi untuk menghindari kebakaran.

Api telah menghancurkan sekitar 14.000 hektar lahan di seluruh negeri Spanyol dari Andalusia dan Extremadura di selatan dan barat, melalui wilayah tengah Castilla-La Mancha dan Castilla y León, dan di Murcia dan wilayah Valencia di timur.

Kebakaran hutan di Eropa akibat gelombang panas

(Kebakaran hutan di Eropa akibat gelombang panas/Anadolu Agency)

Hampir setengah dari wilayah hutan Sierra de la Culebra, sebuah pegunungan di barat laut Spanyol, telah terbakar. Menjadikannya kebakaran terbesar yang tercatat dalam sejarah Spanyol, dengan area di Figueruela de Arriba masih menyala.

Dekat Costa del Sol di Spanyol selatan, tujuan wisata populer, sekitar 2.300 orang harus melarikan diri dari kebakaran hutan yang telah menyebar di pegunungan Sierra de Mijas.

Ditambah panas dan kurangnya curah hujan,  waduk di Spanyol berada di 44,4 persen dari total kapasitasnya,  turun dari rata-rata 65,7 persen pada periode ini dalam dekade terakhir, menurut pihak berwenang.

Sampai kemarin, jumlah korban tewas di Spanyol sudah mencapai 500 orang lebih akibat gelombang panas.

Spanyol tak sendiri. Keadaan serupa juga terjadi di Potugal. Hingga kemarin sudah 1.065 lebih warga Portugal yang tewas karena gelombang panas yang menerpa negara itu.

Di Portugal, hampir 250 kebakaran baru dilaporkan di kawasan paling timur laut Porto.

Perdana Menteri Portugal António Costa mengatakan bahwa negara itu “ tidak boleh membuang waktu” dalam perang melawan perubahan iklim, dengan mengatakan bahwa sangat penting untuk berinvestasi dalam energi terbarukan.

Menurut Politico, Kementerian Kesehatan Portugal mengatakan bahwa lebih dari 650 orang telah meninggal karena panas pada minggu sebelumnya, dengan sebagian besar kematian terjadi di antara orang tua. Satu orang meninggal setiap empat puluh menit, antara tanggal 7 sampai 13 Juli.

Kota Lous di Portugal tengah mencapai rekor 46,3 derajat pada hari Rabu 13 Juli 2022. Pemerintah telah mengumumkan peringatan merah di 16 dari 18 distrik di daratan dengan lebih dari seratus kota dengan risiko maksimum kebakaran pedesaan.

Perdana Menteri Portugal António Costa membatalkan rencana kunjungan kenegaraan ke Mozambik untuk tinggal dan memantau kebakaran.

Costa juga memberikan penghormatan kepada André Serra, seorang pilot pemadam kebakaran yang meninggal pada hari Jumat ketika pesawatnya jatuh saat dia berjuang melawan kebakaran hutan di Torre de Moncorvo.

“ Kami menghadapi situasi yang hampir belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal meteorologi,” kata Andre Fernandes, Komandan Nasional Perlindungan Sipil Portugal.

***

Gelombang panas juga telah menaikkan suhu secara drastis di London, ibu kota Inggris.

Menurut BBC. Bandara Heathrow adalah tempat pertama ketika suhu menembus angka 40 derajat Celicius, mencapai 40,2 C pada pukul 12:50.  Tetapi beberapa tempat lain juga melewati 40 C pada sore hari, termasuk Gringley on the Hill di Nottinghamshire dan St James's Park, Kew Gardens dan Northolt,  semuanya berada London.

Suhu itu melampaui suhu tertinggi sebelumnya di Inggris sebesar 38,7 C pada tahun 2019.

Sebagian besar bagian timur Inggris, dari Surrey hingga South Yorkshire, mengalami suhu antara 39 C dan 40 C, dan setidaknya 34 stasiun cuaca melebihi rekor suhu Inggris sebelumnya.

Skotlandia juga melihat rekor baru, menurut angka Kantor Meteorologi Inggris  dengan 34,8 C tercatat di Charterhall, di perbatasan Skotlandia - mengalahkan rekor sebelumnya 32,9 C yang tercatat pada tahun 2003.

Kepala Sains dan Teknologi lembaga meteorlogi Met Office Prof Stephen Belcher mengatakan suhu di atas 40 C " hampir tidak mungkin" dalam iklim yang tidak terganggu, tetapi karena perubahan iklim yang " didorong oleh efek rumah kaca" suhu ekstrem seperti itu telah menjadi kenyataan.

Dia mengatakan jika terus ada emisi tinggi " kita bisa melihat suhu seperti ini setiap tiga tahun" .

Dua hari suhu ekstrem mendorong Met Office untuk mengeluarkan peringatan panas ekstrem merah untuk pertama kalinya.

Di tengah panas yang ekstrem, layanan kereta api sangat terpengaruh oleh panas yang ekstrem, kata perusahaan kereta api Network Rail, dengan dilaporkan adanya rel yang tertekuk dan sistem kabel di atas kepala yang rusak.

Rekor suhu di atas rel tercatat 62 C tercatat di Suffolk. Padahal sebagian besar infrastruktur rel kereta tidak dapat mengatasinya: jalur kereta api di Inggris dibangun dari baja yang hanya diuji tegangan hingga suhu 27 °C. Di luar itu, garis rel rentan terhadap tekukan.

Rel KA di London yang terbakar akibat suhu mencapai 40 derajat Celcius

(Rel KA di London yang terbakar akibat suhu mencapai 40 derajat Celcius/FirstPost)

Jake Kelly, direktur grup untuk operasi sistem di Network Rail, mengatakan telah mengambil keputusan yang " sulit dan disesalkan" untuk menutup Jalur Utama Pantai Timur dan Jalur Utama Midland  karena suhu yang mencapai rekor.

Gelombang panas memang menjadi lebih mungkin dan lebih ekstrem karena perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

Dunia telah menghangat sekitar 1,1 C lebih tinggi sejak era industri dimulai, dan suhu akan terus meningkat kecuali pemerintah di seluruh dunia melakukan pemotongan tajam terhadap emisi.

Menurut badan ilmu iklim PBB, Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim, manusia kini hidup dalam periode terpanas selama 125.000 tahun terakhir.

Di sejumlah negara, suhu 40 derajat Celcius mungkin tak begitu membawa dampak besar. Namun, suhu 40 derajat Celcius bisa membawa dampak membahayakan di Eropa karena di banyak negara Eropa, bangunan tak dirancang untuk menahan suhu di atas 20 derajat Celcius.

Ilmuwan Iklim Imperial College London Mariam Zachariah mengatakan, sebagian besar rumah di Eropa utamanya Eropa Utara dibangun untuk " menjebak panas" agar penghuninya bisa bertahan dari dinginnya musim dingin dengan lebih baik. Sehingga saat gelombang panas terjadi dan suhu melonjak tinggi, hunian-hunian itu menjadi sumber petaka.

Karena tak banyak rumah yang memiliki AC atau pendingin udara. Infrastruktur di kota-kota Eropa juga tak dibangun untuk membuat orang merasa sejuk, sehingga gelombang panas yang terjadi bisa berdampak sangat mematikan di Eropa.

Contohnya di Inggris. Di negara ini hanya 5 persen rumah penduduk yang memakai AC.

Menurut The Coversation, panas yang ekstrem adalah pembunuh. Gelombang panas di Eropa pada tahun 2003 dan di Rusia barat pada tahun 2010 masing-masing menewaskan sekitar 70.000 dan 55.000 orang. Itu adalah  dua bencana cuaca paling mematikan dalam sejarah.

Suhu yang sangat tinggi sangat berbahaya bagi orang tua, mereka yang memiliki kondisi medis kronis, dan orang-orang di kota. Itu sebagian karena itu sangat membebani jantung dan paru-paru, terutama ketika malam yang hangat menawarkan sedikit istirahat. Dan sebagian karena udara yang panas dan tergenang mengkonsentrasikan polusi berbahaya seperti ozon, terutama di kota-kota.

Hampir 2.000 kematian berlebih telah dilaporkan sejak awal gelombang panas pertengahan Juli di Spanyol dan Portugal, yang juga mengalami gumpalan udara panas Sahara ini. Untuk setiap orang yang terbunuh, beberapa lainnya memerlukan perawatan di rumah sakit untuk penyakit yang berhubungan dengan panas.

***

Panas yang ekstrem di Eropa barat menyebabkan kebakaran hutan yang menghancurkan di Prancis dan Spanyol, kekeringan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Italia dan Portugal, dan Inggris mencatat suhu tertinggi yang pernah ada lebih dari 40 derajat Celcius di bandara Heathrow London.

Orang membasuh wajah karena gelombang panas

(Orang menyegarkan wajah dengan air gara-gara gelombang panas/BBC)

Dengan suhu yang diperkirakan akan tetap di atas normal hingga pertengahan minggu depan, Organisasi Metrologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa gelombang panas akan semakin sering terjadi, hingga tahun 2060-an.

Pola ini terkait dengan pemanasan planet yang diamati yang dapat dikaitkan dengan aktivitas manusia, meningkatkan kekhawatiran serius bagi masa depan planet ini, kata badan cuaca PBB itu.

“ Kami juga melihat dampak besar pada pertanian. Selama gelombang panas sebelumnya di Eropa, kita kehilangan sebagian besar panen. Dan di bawah situasi saat ini -kita sudah mengalami krisis pangan global karena perang di Ukraina - gelombang panas ini akan memiliki dampak negatif lebih lanjut pada kegiatan pertanian”, kata Petteri Taalas, Sekretaris Jenderal WMO memperingatkan pada konferensi pers untuk meluncurkan temuan cuaca ekstrem terbaru, di Jenewa.

Pemanasan global lebih lanjut nyatanya tak terhindarkan. “ Tren negatif dalam iklim akan berlanjut setidaknya sampai tahun 2060-an, terlepas dari keberhasilan kita dalam mitigasi iklim”, tambah Taalas.

Gelombang panas juga bertindak sebagai semacam penutup atmosfer, WHO menjelaskan, menjebak polutan, dan menurunkan kualitas udara, dengan konsekuensi kesehatan yang merugikan, terutama bagi orang-orang yang rentan seperti orang tua. Dalam gelombang panas besar tahun 2003 di Eropa, sekitar 70.000 orang meninggal.

“ Perubahan iklim mempengaruhi kesehatan kita dalam banyak hal, tidak hanya oleh gelombang panas yang memiliki konsekuensi langsung” tetapi juga bidang perawatan kesehatan penting lainnya, seperti meningkatnya tingkat penyakit,” kata Maria Neira, Direktur Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan di WHO.

Dia menjelaskan bahwa akses yang dapat diandalkan ke makanan dan air dipertaruhkan, seperti tingkat produksi pertanian yang berisiko”, dan pasti akan ada kelangkaan air”.

Dia mengatakan bahwa 99 % dari populasi global menghirup udara yang tidak memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan oleh WHO, sangat berdampak pada kondisi pernapasan dan kardiovaskular kronis.

“ Solusi terbaik untuk ini adalah, sekali lagi, menjadi sangat ambisius dalam mengatasi penyebab pemanasan global ini.

“ Kami telah memperingatkan sejak lama bahwa perubahan iklim sangat mempengaruhi kesehatan manusia”, dia menekankan, yang juga akan berdampak pada perjuangan untuk mencapai emisi nol karbon bersih, dan transisi penting ke sumber energi yang bersih dan terbarukan,” ujarnya.

Dalam pesan videonya untuk acara iklim tingkat tinggi di Jerman seperti dikutip News.UN.org,  Sekjen PBB António Guterres memperingatkan bahwa “ setengah dari umat manusia berada di zona bahaya,” menghadapi banjir, kekeringan, badai ekstrem, dan kebakaran hutan.

Sekjen PBB António Guterres

(Sekjen PBB António Guterres?MIUC)

Di hadapan para menteri dari 40 negara di kota Petersberg, Guterres mengatakan bahwa target Perjanjian Paris 2015 untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius, sudah mendukung kehidupan yang keluar dari COP26 November lalu, namun “ denyutnya semakin melemah” .

“ Bangsa-bangsa terus memainkan permainan menyalahkan alih-alih mengambil tanggung jawab atas masa depan kolektif kita”, kata Sekretaris Jenderal PBB. Ia pun menyerukan negara-negara untuk membangun kembali kepercayaan, dan bersatu untuk melawan perubahan iklim. Salah satunya adalah gelombang panas yang tengah melanda Eropa.  

Perubahan iklim memang bukan sekedar bualan. Ini sudah berbuah gelombang panas dan telah memakan korban jiwa. Ribuan orang tewas di negara maju. Sudah saatnya dunia serius mengatasi perubahan iklim dengan menurunkan tingkat emisi yang menyebabkan pemanasan global. Tidak ada jalan lain. Karena hanya ada satu Bumi. Bumi tempat manusia hidup dan bernafas. (eha)

Sumber: El Pais. BBC, Politico, UN.org

Beri Komentar