Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Laudry Yang Diduga Telah Bersikap Diskriminatif (Foto: MStar)
Dream - Pemilik penatu khusus Muslim meminta maaf atas tindakannya yang pilih kasih. Sikap diskriminatif ini dianggap telah memalukan di negara bagian Johor, Malaysia.
Menurut laman Siakapkeli, atas tindakan itu, Sultan Johor, Ibrahim Ismail, memerintahkan pemilik penatu menurunkan papan nama usahanya karena menggunakan nama Islam dalam bisnis yang dijalankannya.
" Saya menyesal dengan kasus ini dan akan mematuhi titah Tuanku," kata pemilik penatu yang enggan disebut namanya itu.
Sementara itu, laman The Star melaporkan, pemilik penatu khusus Muslim itu telah menurunkan papan nama usahanya sejak Rabu pagi, 27 September 2017.
" Saya tidak sadar mengenai masalah itu pada awalnya. Saya baru mengetahuinya setelah teman-teman memberitahukan tentang perintah Tuanku," kata dia.
Karena titah Sultan Johor
© Dream
Papan nama usaha penatu itu sudah tidak dipasang di pintu masuk. Meski begitu usaha penatu itu masih beroperasi seperti biasanya.
Sebelumnya dikabarkan, Sultan Ibrahim Ismail memerintahkan agar usaha penatu yang hanya mau melayani Muslim itu menghentikan diskriminasi. Sultan Ibrahim Ismail bahkan mengancam akan menutup penatu itu jika tak menghentikan diskriminasi.
" Saya tidak bisa menerima hal buruk seperti ini. Ini adalah negeri Johor, negeri milik bangsa Johor dan semua rakyat. Tidak pandang bangsa dan agama. Negeri ini adalah progresif, modern dan bersahaja.
" Ini bukan negara Taliban. Dan sebagai pemimpin Agama Islam di Johor, saya merasa tindakan tersebut sama sekali tidak bisa diterima dan bersifat jahat," bunyi titah Sultan Ibrahim Ismail.
Sultan Ibrahim Ismail juga memerintahkan para pejabat Departemen Agama untuk menyelidiki kasus ini.
Kasus penatu khusus Muslim ini mulai viral pada pekan lalu di Facebook. Di halaman media sosial itu disebutkan bahwa laundry ini hanya menerima pelanggan beragama Islam saja.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya