Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Heboh Laundry Hanya Terima Pelanggan Muslim

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 29 September 2017 11:29
Heboh Laundry Hanya Terima Pelanggan Muslim
Sultan marah dengan sikap diskriminatif ini.

Dream - Pemilik penatu khusus Muslim meminta maaf atas tindakannya yang pilih kasih. Sikap diskriminatif ini dianggap telah memalukan di negara bagian Johor, Malaysia.

Menurut laman Siakapkeli, atas tindakan itu, Sultan Johor, Ibrahim Ismail, memerintahkan pemilik penatu menurunkan papan nama usahanya karena menggunakan nama Islam dalam bisnis yang dijalankannya.

" Saya menyesal dengan kasus ini dan akan mematuhi titah Tuanku," kata pemilik penatu yang enggan disebut namanya itu.

Sementara itu, laman The Star melaporkan, pemilik penatu khusus Muslim itu telah menurunkan papan nama usahanya sejak Rabu pagi, 27 September 2017.

" Saya tidak sadar mengenai masalah itu pada awalnya. Saya baru mengetahuinya setelah teman-teman memberitahukan tentang perintah Tuanku," kata dia.

Karena titah Sultan Johor

1 dari 1 halaman

Karena Titah Sultan Johor

Karena Titah Sultan Johor © Dream

Papan nama usaha penatu itu sudah tidak dipasang di pintu masuk. Meski begitu usaha penatu itu masih beroperasi seperti biasanya.

Sebelumnya dikabarkan, Sultan Ibrahim Ismail memerintahkan agar usaha penatu yang hanya mau melayani Muslim itu menghentikan diskriminasi. Sultan Ibrahim Ismail bahkan mengancam akan menutup penatu itu jika tak menghentikan diskriminasi.

" Saya tidak bisa menerima hal buruk seperti ini. Ini adalah negeri Johor, negeri milik bangsa Johor dan semua rakyat. Tidak pandang bangsa dan agama. Negeri ini adalah progresif, modern dan bersahaja.

" Ini bukan negara Taliban. Dan sebagai pemimpin Agama Islam di Johor, saya merasa tindakan tersebut sama sekali tidak bisa diterima dan bersifat jahat," bunyi titah Sultan Ibrahim Ismail.

Sultan Ibrahim Ismail juga memerintahkan para pejabat Departemen Agama untuk menyelidiki kasus ini.

Kasus penatu khusus Muslim ini mulai viral pada pekan lalu di Facebook. Di halaman media sosial itu disebutkan bahwa laundry ini hanya menerima pelanggan beragama Islam saja.

Beri Komentar