Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Spanduk 'Tuhan Membusuk' Di Ospek UIN Sunan Ampel (Facebook)
Dream - Tema " Tuhan Membusuk; Rekonstruksi Fundamentalisme Menuju Islam Kosmopolitan" yang diusung panitia ospek Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya, menuai kontroversi.
Ospek yang diadakan 28-30 Agustus kemarin, ramai diperbincangkan setelah foto para mahasiswa membentangkan spanduk dengan tema itu menyebar di sosial media.
Ketua Dewan Mahasiswa Fakultas (Dema F), Rahmat angkat bicara memberikan penjelasan. Kata dia, 'Tuhan Membusuk' yang dimaksud dalam tema Ospek Maba 2014, bukan Tuhan Zat Yang Esa, melainkan Tuhan-Tuhan yang tumbuh dalam diri manusia tanpa sadar menimbulkan kemusrikan (Musrik Mutasyabihat).
" Sebenarnya, masalah ini sudah selesai saat (ospek) selesai. Siang tadi, kita juga sudah menggelar evaluasi dengan dekan kampus. Tapi nggak apa-apalah, ini juga sebagai klarifikasi soal tema yang kami angkat itu," kata Rahmat dikutip Dream.co.id dari laman Merdeka.com, Selasa 2 September 2014.
Mahasiswa semester VII itu menjelaskan, kenapa mereka membuat gagasan suatu 'produk' bertema 'Tuhan Membusuk'. " Kenapa dengan tema Tuhan Membusuk? Membaca realita yang terjadi saat ini, menggunakan fenomologi yang ada, banyak orang mengatasnamakan Tuhan untuk kepentingan politik," analisa Rahmat.
Tanggapan Rektorat
Rektor UIN Sunan Ampel, Abd A'la mengatakan tema ospek fakultas memang dibuat panitia tiap fakultas. Namun, tema tersebut seharusnya tidak boleh bertentangan dengan visi UIN Sunan Ampel.
Abd A'la menyebut, para mahasiswa beralasan tema itu merupakan kritik terhadap kelompok yang menggunakan nama Tuhan untuk hal-hal yang bertentangan dengan agama. Namun karena ungkapan mereka salah dan telah membuat keresahan, Rektorat UIN Sunan Ampel meminta dekanat memprosesnya sesuai ketentuan dan aturan. " Kami atas nama UIN Sunan Ampel memohon maaf atas kejadian ini," ujar Abd A'la.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya