Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Heboh Piramida Mesir Tunjukkan Ramalan Kiamat Bulan Ini

Reporter : Idho Rahaldi
Senin, 4 September 2017 07:02
Heboh Piramida Mesir Tunjukkan Ramalan Kiamat Bulan Ini
David sangat yakin bahwa planet maut itu akan menabrak Bumi dan melenyapkan umat manusia....

Dream - Pernah mendengar nama David Meade? Dialah penulis buku tentang kiamat berjudul Planet X: The 2017 Arrival.

Menurut versi yang disampaikan David, kiamat akan terjadi pada tanggal 23 September tahun ini. Era berakhirnya bumi itu terjadi setelah sebuah planet mematikan bernama Nibiru terlihat di angkasa.

David sangat yakin planet maut Nibiru itu akan menabrak Bumi dan melenyapkan umat manusia.

Kiamat

Teori David itu didasarkan pada ramalan-ramalan yang tertulis pada dinding piramida di Mesir.

" Sungguh sangat aneh bahwa Piramida Agung Giza menunjukkan pada satu momen yang tepat waktu yaitu 20-23 September 2017. Apakah ini akhir dari dunia dan transisi menuju Hari Penghakiman," tulis dia.

 

1 dari 1 halaman

NASA: Dongeng dan Tipuan Internet

NASA: Dongeng dan Tipuan Internet © Dream

Menurut David, saat ini Planet Nibiru sedang dalam perjalanannya yang panjang untuk menghancurkan kita semua bulan depan.

Kiamat

Sebelumnya Planet Nibiru atau Planet X diprediksi menyebabkan kiamat pada bulan September, yang kemudian mundur ke bulan Desember 2015. Sementara tiga tahun sebelumnya, kalender Maya memprediksi dunia akan kiamat pada tahun tahun 2012.

Menurut penganut teori konspirasi, Nibiru adalah planet tak terlihat di luar Neptunus. Karena tak terlihat, planet itu mendapat sebutan Planet X.

Kiamat

Namun teori David dan teman-temannya tentang Nibiru mendapat tentangan keras dari Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

" Nibiru dan dongeng lainnya tentang planet yang aneh itu adalah tipuan Internet. Tidak ada dasar faktual yang mengklaim ini.

" Jika Nibiru atau Planet X benar-benar nyata dan menuju Bumi, para astronom pasti telah melacaknya setidaknya dalam dekade terakhir. Dan sekarang akan terlihat dengan mata telanjang," tulis NASA di buku Beyond 2012.

(metro.co.uk)

Beri Komentar