Calon Anggota DPR Dimbau Datang Lebih Pagi untuk Pelantikan

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 1 Oktober 2019 06:20
Calon Anggota DPR Dimbau Datang Lebih Pagi untuk Pelantikan
Para anggota DPR terpilih resmi bekerja usai pelantikan pada Selasa, 1 Oktober 2019.

Dream - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terpilih periode 2019 hingga 2024 akan menjalani pelantikan hari ini, Selasa, 1 Oktober 2019. Para calon anggota DPR itu diimbau datang ke Gedung DPR/MPR lebih pagi.

Sekjen DPR, Indra Iskandar, mengatakan pihaknya sudah melakukan persiapan untuk pelantikan 575 anggota DPR. Mereka diminta datang pukul 07.00 WIB untuk mengantisipasi terjadi demonstrasi. 

" Jadi lebih awal berangkat jam 07.00 tapi acara semua tetap sesuai jadwal, kami mulai jam 10.00 setelah kedatangan Bapak Presiden dan Wakil Presiden," kata Indra, Senin 30 September 2019.

Indra mengatakan pelantikan digelar mulai pukul 10.00 WIB. Prosesi pelantikan dijadwalkan selesai pada 11.40 WIB.

Usai pelantikan, digelar rapat Badan Musyawarah (Bamus) diikuti oleh seluruh fraksi. Rapat ini untuk menentukan Ketua dan Wakil Ketua DPR.

" Bamus dari semua fraksi. Bamusnya setelah jam 2 akan kami pertemukan, pimpinan termuda dan tertua akan pimpin rapat Bamus. Kami perkirakan sudah akan ketemu formatnya, DPR itu tidak sulit ya, semua sudah diatur jelas di dalam UU-nya," ungkapnya.

Prosesi selanjutnya yaitu pelantikan pimpinan DPR. Agenda ini bisa saja dilakukan pada malam hari setelah rapat Bamus.

" Kalau staminanya masih kuat malam itu kami berkoordinasi dengan MA untuk langsung diadakan pelantikan malamnya, DPR. Kalau terlalu lelah, besok paginya, tanggal 2," ucap dia.

Sumber: /Sania Mashabi

1 dari 5 halaman

Heboh Gedung DPR Dijual di Situs Online, Cuma Dihargai Rp100

Dream - Gedung DPR menjadi pusat perhatian masyarakat sejak berlangsungnya aksi demo pada 24 September lalu. Di dunia maya, pembicaraan tak jauh dari aksi penolakan terhadap sejumlah rancangan undang-undang tersebut.

Sindiran pedas dibuat para demonstran lewat berbagai poster yang mereka usung. Tak hanya di lapangan saat aksi, kini aksi masyarakat menyindir lembaga legislatif itu juga bermunculan di dunia maya.

Seorang netizen diketahui mengunggah sebuah foto gedung DPR di laman situs e-Commerce OLX pada Rabu, 24 September 2019. Layaknya seorang penjual online, netizen tersebut mengaku ingin menjual gedung berbentuk kura-kura tersebut. 

Si penjual ini menyebutkan gedung megah tersebut dijual seharga Rp100.

" Dijokul gedung DPR sama isinya," tulis penjual.

 

 Gedung DPR dijual?

2 dari 5 halaman

Apa Saja Fasilitasnya?

Dikatakan bahwa gedung ini memiliki luas bangunan 3 ribu meter persegi dan luas tanah 3 ribu meter persegi.

Ada fasilitas berupa AC, carport, alat pemadam kebakaran, gordyn, dan garasi. Kamu tertarik untuk membelinya?

Unggahan tersebut tentu saja hanya keisengan netizen. Pihak pengelola situs e-Commerce telah menghapus iklan penjualan gedung DPR sudah dihapus. Dream yang mencoba mengakses info penjualan gedung DPR sudah tak lagi menemukan iklan tersebut.

3 dari 5 halaman

Para Pelajar Ikut Demo di Gedung DPR, Ini Kata KPAI

Dream - Sejumlah pelajar hari ini melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR. Mereka kebanyakan berasal dari sekolah teknik menengah alias STM.

Pada aksi yang digelar pada Rabu 25 September 2019 itu bahkan sempat ricuh. Siswa yang jumlahnya diperkirakan ribuan itu sempat beberapa kali melakukan pelemparan ke arah petugas beberapa di antaranya bahkan membawa senjata tajam.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, berharap para pelajar yang masih kategori usia anak-anak tidak ikut melakukan aksi unjuk rasa.

" Kami mengimbau agar anak-anak tidak dilibatkan dalam demonstrasi," ujar Susanto.

Dia mengatakan, unjuk rasa berdampak tidak baik bagi anak-anak. Maka dari itu, dia meminta orang tua, guru, dan masyarakat, untuk ikut melarang mereka berunjuk rasa.

" Karena anak-anak rentan berdampak bagi tumbuh kembang mereka, termasuk kerentanan menjadi korban dari hal-hal yang tidak diinginkan," kata dia.

4 dari 5 halaman

Tertahan di Stasiun Bogor

 Pelajar yang akan berdemo tertahan di Stasiun Bogor

Pelajar yang akan berdemo tertahan di Stasiun Bogor

Ratusan pelajar asal Bogor, Jawa Barat, yang hendak bergabung demonstrasi ke Gedung MPR/DPR RI tertahan di Stasiun Bogor. Tapi, upaya mereka yang hendak unjuk rasa terendus Satgas Pelajar.

Tak lama kemudian, anggota polisi dan TNI tiba di Stasiun Bogor dan meminta ratusan pelajar itu untuk tidak berangkat ke Jakarta.

Menurut Liputan6.com, masing-masing perwakilan sekolah datang secara berkelompok kemudian bergabung dengan pelajar dari sekolah lain yang sudah tiba lebih dulu di Stasiun Bogor.

Sempat terjadi argumentasi antara anggota Satgas Pelajar, kepolisian dengan para pelajar berseragam putih abu-abu tersebut.

" Kami ke sana cuma ingin menyampaikan aspirasi, bukan mau membuat kerusuhan," kata Ram Haikal salau satu pelajar SMK swasta di Kota Bogor.

5 dari 5 halaman

94 Pendemo DPR Dibekuk, Ada Pembawa Bom Molotov

Dream - Polda Metro Jaya mengamankan puluhan massa pengunjuk rasa di depan gedung DPR/MPR RI, Selasa 24 September 2019 kemarin.

" Kami sudah mengamankan beberapa orang, itu lebih kurang jumlahnya 94 orang," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono di Jakarta, Rabu, 25 September 2019.

Gatot mengatakan, polisi saat ini masih menyaring apakah mereka benar-benar mahasiswa atau bukan. " Masih dalam proses pemeriksaan, kami akan pilah-pilah dari mana mereka ini," ucap dia.

Dia mengatakan, pendemo yang diamankan itu ada yang membawa bom molotov. " Bawa bom molotov adalah seorang pelajar dan sudah kita amankan di Polres Jakarta Barat," kata dia.

Lebih lanjut, Gatot mengimbau kepada mahasiswa dan semua pihak yang hendak melakukan unjuk rasa sebaiknya memperhatikan aturan yang ada, seperti tidak boleh berunjuk rasa lebih dari pukul 18.00 WIB.

Selain itu, jenderal bintang dua ini meminta pendemo senantiasa menjaga ketertiban dan juga tidak merusak fasilitas umum ketika melakukan unjuk rasa.

" Unras boleh disampaikan, aspirasi boleh tapi saya yakni betul bahwa adik-adik mahasiswa cerdas, lakukan dengan cara-cara cerdas," ujar dia.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup