Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, tengah berusaha meminta tambahan 10 juta dosis Vaksin Covid-19 dari Uni Emirat Arab (UEA). Sebelumnya Indonesia dipastikan akan mendapat jatah 20 juta dosis vaksin Covid-19 dari negeri Arab itu.
" Kalau yang 20 juta dosis itu sudah dapat ya, enggak ada masalah. Kita ingin tambah lagi, jadi kita ingin kalau boleh tambah 10 juta lagi," ujar Luhut, dikutip dari Liputan6.com.
Luhut mengatakan permintaan tersebut disampaikan ke pemerintah UEA karena komunikasi antara dua negara berjalan sangat baik. Dia pun mengaku sudah melaporkan rencana tambahan dosis vaksin itu kepada Presiden Joko Widodo.
Disinggung peluang permintaan tambahan dosis tersebut, Luhut yakin pemerintah UEA akan memenuhinya krena Presiden Jokowi merupakan sahabat dekat Putra Mahkota Abu Dhabi, Syeikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Namun demikian, Luhut akan tetap melakukan lobi agar permintaan 10 juta dosis tambahan tersebut benar-benar bisa dikabulkan.
" Mungkin nanti Presiden bisa saja bertelepon dengan Mohammed bin Zayed, itu teman beliau. Tapi saya mau coba dulu kalau dengan level kami bisa tambah lagi 10 juta dosis, jadi total 30 juta, saya kira sudah cukup," ucap dia.
Selanjutnya, Luhut mengatakan petugas kesehatan akan menjadi penerima pertama vaksin tersebut. Ini mengingat mereka menjadi barisan terdepan dalam penanganan Covid-19.
Selain itu, Jawa dan Bali menjadi wilayah prioritas dalam penyaluran vaksin pada tahan awal. Diprediksi vaksin mulai disebarkan awal Desember 2020.
" Jangan sampai ada lagi dokter kita atau perawat kita yang kena dan jadi korban Covid-19 ini. Itu prioritas kita, baru setelah itu lebih luas lagi. Lalu (daerah) yang paling pertama Jawa-Bali, kenapa Jawa-Bali? Memang sumber Covid-19 ini paling banyak di daerah ini sekarang," ucap dia.
Lebih lanjut, Luhut berharap TNI dan Polri bisa menyiapkan injeksi vaksin kepada petugas kesehatan. Dia mengatakan target pada Januari 2021 ada 100 juta penduduk yang disuntik vaksin.
" Kalau (masa kritis) terlampaui, sampai Januari nanti sudah hampir 100 juta yang diinjeksi saya kira mungkin akan mulai terkendali. Itu target kita, karena tahun depan kita akan dapat 270 juta lebih (dosis vaksin). Mungkin saya kira akan lebih dari itu," kata Luhut.
Sumber: Liputan6.com/Nila Chrisna Yulika.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan