DKI Jakarta Berduka Lagi, Camat Kelapa Gading Meninggal Karena Covid-19

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 19 September 2020 15:32
DKI Jakarta Berduka Lagi, Camat Kelapa Gading Meninggal Karena Covid-19
Anies Baswedan menyampaikan duka cita sekaligus mengajak masyarakat mendirikan sholat ghoib di rumah masing-masing

Dream - Pemerintah Provisi DKI Jakarta (Pemprov) DKI Jakarta kembali berduka. Camat Kelapa Gading, M Harmawan meninggal dunia diduga karena tertula virus Covid-19.

Kabar duka pertama kali dikonfirmasi Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko. " Benar, meninggal dunia hari ini," kata Sigit dikutip Dream dari laman Liputan6.com, Sabtu, 1 (19/9/2020).

Sigit menyebut Camat Kelapa Gading tersebut meninggal dunia sekitar pukul 11.55 WIB di RS Sulianti Saroso Jakarta Utara.

Tak lupa Sigit menyampaikan dukacita atas meninggalnya pejabat di lingkungan Jakarta Utara itu.

“ Semoga beliau khusnul khotimah dan dilapangkan kuburnya. Serta keluarga yg ditinggal diberi ketabahan," ucapnya.

 

1 dari 3 halaman

Gubernur Anies Ajak Warga Sholat Gaib di Rumah

Informasi tersebut sampai kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang mengumumkan kabar meninggalnya M Hermawan.

" Innalillahi wa inna illaihi rajiun. Kembali kabar duka. Bapak M Hermawan, Camat Kelapa Gading wafat pada pukul 11.50, 19 September 2020,” kata Anies dalam keterangannya.

Selain menyampaikan duka untuk keluarga mendiang yang ditinggalkan, Anies juga mengajak masyarakat menggelar sholat ghaib untuk alamarhum bersama keluarga di rumahnya masing-masing.

" Mohon doa dari semua untuk almarhum,” kata Anies.

      View this post on Instagram      

A post shared by Kecamatan Kelapa Gading (@kecamatan_kelapa_gading_ju) on

2 dari 3 halaman

Penyebab Meninggalnya Sekda DKI Jakarta Saefullah, Covid-19 Rusak Jaringan Paru

Dream - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Wisyastuti, menyatakan Sekretaris Daerah Povinsi DKI Jakarta, Saefullah meninggal dunia. Menurut dia, Saefullah mengalami shock sepsis irreversible akibat terinfeksi Covid-19.

" Bapak Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible dengan ARDS, yaitu kerusakan pada jaringan paru akibat infeksi Covid-19," ujar Widyastuti, dikutip dari Liputan6.com.

Kondisi tersebut, kata Widyastuti, menyebabkan gagal napas yang tidak dapat diperbaiki. Pertukaran oksigen secara memadai tidak dapat terjadi.

" Mari kita semua doakan agar Bapak Saefullah dilapangkan di sisi-Nya," ucap dia.

 

3 dari 3 halaman

Dimakamkan Dengan Protokol Covid-19

Saefullah sempat dirawat di RS MMC, Jakarta Selatan sejak 8 September 2020. Kemudian pada Minggu, 13 September, Saefullah dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto.

" Rencananya jenazah Saefullah dimakamkan dengan protokol Covid-19 di tanah pemakaman keluarga di Rorotan, Jakarta Utara," kata Widyastuti.

Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat

Beri Komentar