Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Camat Kelapa Gading M Harmawan Meninggal Dunia Diduga Karena Covid-19 (Instagram @m.harmawan)
Dream - Pemerintah Provisi DKI Jakarta (Pemprov) DKI Jakarta kembali berduka. Camat Kelapa Gading, M Harmawan meninggal dunia diduga karena tertula virus Covid-19.
Kabar duka pertama kali dikonfirmasi Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko. " Benar, meninggal dunia hari ini," kata Sigit dikutip Dream dari laman Liputan6.com, Sabtu, 1 (19/9/2020).
Sigit menyebut Camat Kelapa Gading tersebut meninggal dunia sekitar pukul 11.55 WIB di RS Sulianti Saroso Jakarta Utara.
Tak lupa Sigit menyampaikan dukacita atas meninggalnya pejabat di lingkungan Jakarta Utara itu.
“ Semoga beliau khusnul khotimah dan dilapangkan kuburnya. Serta keluarga yg ditinggal diberi ketabahan," ucapnya.
Informasi tersebut sampai kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang mengumumkan kabar meninggalnya M Hermawan.
" Innalillahi wa inna illaihi rajiun. Kembali kabar duka. Bapak M Hermawan, Camat Kelapa Gading wafat pada pukul 11.50, 19 September 2020,” kata Anies dalam keterangannya.
Selain menyampaikan duka untuk keluarga mendiang yang ditinggalkan, Anies juga mengajak masyarakat menggelar sholat ghaib untuk alamarhum bersama keluarga di rumahnya masing-masing.
" Mohon doa dari semua untuk almarhum,” kata Anies.
View this post on Instagram
Dream - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Wisyastuti, menyatakan Sekretaris Daerah Povinsi DKI Jakarta, Saefullah meninggal dunia. Menurut dia, Saefullah mengalami shock sepsis irreversible akibat terinfeksi Covid-19.
" Bapak Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible dengan ARDS, yaitu kerusakan pada jaringan paru akibat infeksi Covid-19," ujar Widyastuti, dikutip dari Liputan6.com.
Kondisi tersebut, kata Widyastuti, menyebabkan gagal napas yang tidak dapat diperbaiki. Pertukaran oksigen secara memadai tidak dapat terjadi.
" Mari kita semua doakan agar Bapak Saefullah dilapangkan di sisi-Nya," ucap dia.
Saefullah sempat dirawat di RS MMC, Jakarta Selatan sejak 8 September 2020. Kemudian pada Minggu, 13 September, Saefullah dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto.
" Rencananya jenazah Saefullah dimakamkan dengan protokol Covid-19 di tanah pemakaman keluarga di Rorotan, Jakarta Utara," kata Widyastuti.
Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya