Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Hari kesepuluh bulan Muharram punya kedudukan tersendiri bagi umat agama Samawi, terutama Islam. Di hari ini, banyak peristiwa bersejarah terjadi, yang menjadi salah satu dasar keimanan umat Yahudi, Nasrani, dan Islam.
Pada hari tersebut, yang lebih dikenal sebagai Hari Asyura, Allah SWT menerima pertobatan Nabi Adam AS. Kapal Nabi Nuh terdampar di daratan usai mengarungi banjir besar di hari itu pula.
Selain itu, Nabi Yusuf AS dikeluarkan dari sumur. Lalu Nabi Yunus AS keluar dari perut ikan. Kemudian ada peristiwa Nabi Musa AS selamat dari kejaran Fir'aun, dan Nabi Isa AS lahir.
Semua peristiwa di atas terjadi di hari yang sama, 10 Muharram, tetapi di masa yang berbeda. Pelbagai kejadian ini disebutkan oleh Ibnu Bathal yang tercantum dalam kitab Syarah Sahih Al Bukhari.
Terkait hal ini, terdapat riwayat Rasulullah bertemu dengan sekelompok Yahudi di Madinah. Rasulullah mendapati mereka sedang menjalankan puasa pada tanggal 10 Muharram.
" Rasulullah bertanya, 'Puasa apa yang kamu lakukan ini?' Mereka menjawab, 'Pada hari ini Allah SWT menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir’aun. Akhirnya Nabi Musa puasa pada hari itu sebagai bentuk rasa syukur.' Mendengar jawaban itu, Rasulullah berkata, 'Kami lebih berhak atas puasa Musa daripada kalian.' Nabi Muhammad SAW kemudian berpuasa dan memerintahkan umat Islam untuk puasa." (HR Ibnu Majah)
Puasa Asyura memiliki derajat sangat tinggi. Bahkan, puasa ini pada awalnya dihukumi wajib, tetapi derajat itu berubah menjadi sunah setelah turun perintah Puasa Ramadan. Para ulama sepakat dengan hukum sunah dari puasa Asyura.
Meski begitu, para ulama berbeda pendapat terkait waktu pelaksanaan Asyura. Jika merujuk pada namanya, maka puasa ini hanya dijalankan pada tanggal 10 Muharram saja.
Tetapi, Rasulullah meminta umat Islam melaksanakan puasa Asyura dimulai pada tanggal 9 dan diakhiri pada 11 Muharram. Ini dimaksudkan agar umat Islam tidak meniru perilaku orang Yahudi yang berpuasa Asyura hanya di tanggal 10 Muharram saja.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya