Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto : Anadolu Agency
Dream - Negara-negara Uni Eropa memulai kampanye vaksinasi untuk mengakhiri " mimpi buruk" COVID-19. Dilansir dari Anadolu Agency, Italia mulai melakukan vaksinasi dengan berfokus pada petugas kesehatan dan orang lanjut usia pada Minggu, 27 Desember 2020, kemarin.
Hampir 10 bulan setelah pasien Italia pertama dinyatakan positif mengidap virus corona baru di Italia utara, negara tersebut mulai menyuntikkan vaksin anti Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech.
Rangkaian vaksinasi pertama berlangsung di Ibu Kota Italia, Roma, kepada lima petugas kesehatan di rumah sakit Spallanzani Roma.
“ Hari ini adalah hari simbolis yang memberikan gambaran tentang keindahan Eropa, yang telah membeli vaksin untuk semua orang dan mendistribusikannya,” kata komisaris khusus Italia untuk keadaan darurat Domenico Arcuri pada Minggu pagi melalui Anadolu Agency.

Menurut Kementerian Kesehatan Italia, sekitar 9.750 dosis vaksin telah tiba di Italia dan 470.000 lainnya diharapkan tiba mulai minggu depan. Vaksin akan diberikan secara gratis dari pemerintah. Petugas kesehatan serta orang tua akan menjadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin anti covid-19 tersebut.
“ Infeksi ini telah mengubah hidup kami. Ini adalah kemajuan besar yang tidak terduga. Ini cara paling efisien untuk melawan pandemi ini, ”kata Dr. Maria Rosaria Capobianchi, dokter pertama yang divaksinasi di rumah sakit Spallanzani.
Untuk diketahui, Italia menjadi negara kedelapan di dunia yang melampaui 2 juta kasus covid-19 yag tercatat secara resmi. Secara keseluruhan, negara itu mencatat 71.000 kematian dan menempatkan menjadi jumlah korban tertinggi di Eropa dan tertinggi kelima di dunia. Dan tepat pada Minggu, 27 Desember 2020, Negara tersebut berharap akan mengakhiri mimpi buruk mereka.
" Hari ini Italia bangun. Ini adalah #VaccineDay. Tanggal ini akan dikenang selamanya," cuit Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte pada hari Minggu.

Para ahli mengatakan bahwa kekebalan kelompok akan tercapai ketika 80% populasi divaksinasi. Walaupun demikian, Menteri Kesehatan, Roberto Speranza tetap menghimbau agar seluruh penduduk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti biasa.
" Ini lampu pertama di ujung terowongan, tapi kami perlu menahannya beberapa bulan lagi," kata Menteri Kesehatan Roberto Speranza.
“ Ini belum berakhir dan aturan masih harus dihormati,” tutupnya.
(Sah, Sumber : Anadolu Agency)
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya