Jemaah Indonesia Bisa Langsung Umroh Tanpa Karantina dengan Syarat Ini

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 30 November 2021 17:00
Jemaah Indonesia Bisa Langsung Umroh Tanpa Karantina dengan Syarat Ini
Umroh untuk jemaah Indonesia bisa dilakukan mulai besok.

Dream - Arab Saudi telah membolehkan penerbangan langsung dari Indonesia per 1 Desember 2021. Dibukanya kembali jalur masuk tersebut juga menandai bahwa Indonesia bisa kembali mengirimkan jemaah umroh.

Meski begitu, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengungkapkan, Saudi menetapkan syarat tambahan bagi calon jemaah yang hendak melaksanakan umroh. Syarat tersebut yaitu sudah divaksinasi dengan dosis lengkap.

" Bagi jemaah umroh yang datang dari luar negeri dengan menggunakan visa umroh dan telah disuntik vaksin yang diakui oleh Kerajaan Arab Saudi dengan dosis lengkap, dibolehkan untuk langsung melaksanakan umroh dan tidak diberlakukan penerapan karantina," ujar Gus Yaqut, disiarkan kanal DPR RI.

Hingga saat ini, Saudi masih mengakui empat merek vaksin Covid-19. Keempatnya yaitu Pfizer BioNTech, AstraZeneca, Moderna, dan Johnson&Johnson. Meski begitu, Saudi tetap membolehkan masuk warga asing yang mendapatkan vaksin direkomendasikan WHO.

1 dari 6 halaman

Karantina 3 Hari bagi Penerima Vaksin Rekomendasi WHO

Jemaah umroh penerima vaksin direkomendasikan WHO bisa masuk Saudi tanpa booster. Tetapi, Saudi menerapkan ketentuan khusus berupa karantina selama tiga hari sebelum umroh.

" Bagi jemaah umroh yang telah divaksin dosis lengkap dengan vaksin yang diakui oleh WHO, diberlakukan karantina selama 3 hari dan setelah 48 jam karantina akan dilakukan tes PCR, dan setelah dinyatakan negatif langsung dibolehkan melaksanakan umroh," kata Gus Yaqut.

Ada cukup banyak vaksin yang sudah diakui WHO. Di antaranya Sinovac dan Sinopharm, yang juga digunakan di Indonesia. 

 

2 dari 6 halaman

One Gate Policy Penyelenggaraan Umroh

Selanjutnya, Gus Yaqut menerangkan, pemerintah menerapkan One Gate Policy dalam penyelenggaraan umroh. Pintu keberangkatan dan kepulangan ditetapkan hanya melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan jemaah diharuskan menjalani skrining kesehatan di Asrama Haji Pondok Gede.

" Hal ini dimaksudkan dalam rangka perlindungan keamanan dan keselamatan jemaah umrah serta upaya meyakinkan mitra kita di Arab Saudi bahwa Indonesia telah secara serius dan baik dalam menyiapkan jemaah umrah berikut penerapan protokol kesehatan sesuai standar sejak sebelum keberangkatan," kata dia,

Sementara terkait biaya umroh, Gus Yaqut menyatakan tengah dilakukan pengitungan ulang. Ini mengingat adanya kebutuhan tambahan namun tetap diupayakan tidak memberatkan jemaah.

" Biaya umroh ini harus dikaji ulang, dievaluasi agar tidak memberatkan jemaah," kata dia.

3 dari 6 halaman

Indonesia Bisa Berangkatkan Jemaah Umroh Mulai Besok

Dream - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, memastikan Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) telah mencabut suspensi atau penundaan masuk bagi Indonesia yang akan berlaku mulai 1 Desember 2021. Dengan pencabutan tersebut, warga Indonesia bisa terbang langsung ke Saudi tanpa perlu lagi menjalani karantina 14 hari di negara ketiga maupun telah menerima booster.

" Dengan pembukaan suspend tersebut maka otomatis penyelenggaraan umroh juga dibuka," ujar Gus Yaqut saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, disiarkan kanal DPR RI.

Gus Yaqut kembali mengungkapkan pencabutan suspensi oleh GACA diputuskan pada 25 November 2021. Selain Indonesia, sejumlah negara yang juga dibolehkan masuk ke Saudi yaitu Pakistan, Vietnam, Brasil, Mesir, dan India.

Selanjutnya, Gus Yaqut mengungkapkan pembukaan kembali pintu masuk merupakan hasil dari lobi yang intensif antara Indonesia dengan Saudi. Salah satunya lewat lawatannya ke beberapa pejabat Saudi.

4 dari 6 halaman

Hasil Lobi

Gus Yaqut sempat berkunjung dan terlibat pembicaraan dengan sejumlah pejabat Saudi terkait perkembangan pandemi di Indonesia. Di antaranya seperti Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan, Menteri Urusan Haji dan Umroh.

" Dengan didampingi oleh Ketua Komisi VIII DPR RI dan di sela-sela kunjungan tersebut kami melakukan pertemuan dengan Gubernur Mekah," kata dia.

Dia menjelaskan Gubernur Mekah merupakan Penasehat Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz. Selain itu juga menjabat sebagai Ketua Komisi Pusat Haji Saudi.

" Alhamdulillah, pertemuan tersebut membuahkan hasil yang positif," ucap Gus Yaqut.

5 dari 6 halaman

Saudi Bolehkan Jemaah Luar Negeri Sudah Vaksin Umroh, Harus Karantina 3 Hari

Dream - Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi menerbitkan aturan baru penyelenggaraan umroh setelah sempat ditutup. Jemaah dari luar negeri dibolehkan kembali melaksanakan umroh dengan syarat sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Aturan tersebut diumumkan pada Minggu, 28 November 2021 waktu setempat. Keputusan baru ini didasarkan atas rekomendasi terkini dari Kementerian Kesehatan Saudi.

Kepala Bidang Humas Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia, Limi Maria Goretti, menyampaikan terdapat tiga poin pokok dari keputusan yang diumumkan Juru Bicara Kementerian Haji Saudi, Hisyam Abdul Mun'im Said.

" Dosis lengkap vaksin Covid-19 menjadi syarat pertama dan utama penerbitan visa umroh," ujar Limi melalui keterangan tertulis.

Saudi telah mengakui vaksin Covid-19 yang direkomendasikan WHO. Tetapi, Saudi menerapkan dua kebijakan berbeda terhadap calon jemaah umroh sudah divaksin terkait karantina.

 

6 dari 6 halaman

Penerima Vaksin Disetujui Saudi Bebas Karantina

Menurut Limi, jemaah dengan visa umroh yang sudah divaksin dengan vaksin yang disetujui Saudi diizinkan langsung melaksanakan umroh. Jemaah kategori ini tidak perlu menjalankan karantina.

" Karantina tiga hari bagi jemaah dengan visa umroh yang divaksinasi dengan vaksin yang disetujui WHO dan tes PCR setelah 48 jam dimulainya karantina. Jemaah bisa langsung umroh bila hasil tes PCR negatif," kata Limi.

Dalam akun resmi Twitter @hsharifain, Saudi menyetujui beberapa jenis vaksin. Berikut daftarnya:

- 2 dosis Pfizer BioNTech atau Comirnaty;
- 2 dosis Oxford AstraZeneca, Covishield, SK Bioscience atau Vaxzevria;
- 2 dosis Moderna atau Spikevax;
- 1 dosis Johnson & Johnson.

Beri Komentar