Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Jenazah Fadi Al Batsh Dimakamkan Di Gaza (Alarabiya.net)
Dream - Jenazah Fadi Mohammed Al Batsh, ilmuwan Palestina yang tewas ditembak di Kuala Lumpur, Malaysia, akhirnya bisa dimakamkan di Gaza. Proses pemulangan jenazah dari Malaysia menuju Gaza berjalan tanpa halangan sekecil apapun.
Jenazah Fadi diterbangkan dari Kuala Lumpur menggunakan pesawat Saudi Arabia Airlines pada Kamis malam pukul 21.30 waktu Malaysia. Jenazah mendarat di Kaherah, Mesir, pada pukul 10 waktu setempat dan langsung dibawa ke Gaza lewat jalur darat.
Direktur Eksekutif Humanitarian Care Malaysia (MyCare), Kamarul Zaman, mengatakan penerbangan memakan waktu 12 jam. Kamarul turut dalam penerbangan mengantar jenazah Fadi.
"Syukur, perjalanan mengantarkan Almarhum bersama istri dan anak-anak berakhir dengan selamat. Sampai di kampungnya, seluruh keluarga menyambut jenazah Fadi," kata Kamarul kepada Bernama.
Fadi meninggalkan seorang istri, Esna Al Batsh, 31 tahun, dua anak perempuan, Dooa, 6 tahun dan Aseel, 4 tahun serta satu anak laki-laki, Mohammad, 1 tahun.
Relawan MyCare yang ditugaskan menemani keluarga jenazah, Farisul Islam, mengisahkan suasana sedih daat mengantar jenazah menuju Gaza lewat jalur darat. Menurut Faris, anak-anak Fadi kerap bertanya tentang ayahnya tentang ayahnya dan tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.
"Anak-anak Almarhum sering bertanya di mana ayah mereka dan sepanjang perjalanan menuju Gaza, si bungsu Mohammad tidur dalam dekapan saya," ucap Faris.
"Mungkin Muhammad tidak tahu ayahnya telah syahid dan menunggunya di surga," kata Faris melanjutkan.
Fadi tewas ditembak di depan rumahnya di Kuala Lumpur saat akan menuju Masjid untuk sholat Subuh. Dua pelaku diduga merupakan anggota badan intelijen Israel, Mossad.
Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman membantah Israel terlibat dalam pembunuhan Fadi. Meski demikian, Lieberman mengancam melarang jenazah Fadi masuk ke Gaza.
Bahkan Lieberman menyatakan sudah mengajukan permohonan tertulis kepada Pemerintah Mesir agar melarang jenazah Fadi melintasi perbatasan Rafah. Dia menyatakan larangan tersebut sebagai balasan atas tindakan Hamas yang tidak memulangkan jenazah tentara Israel tewas di Gaza.
(Sah/Sumber: Mynewshub.cc)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti