Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Warga Melakukan Penggalian Dan Pemindahan Makam (Foto: Sinarharian.com.my)
Dream - " Itu normal, tidak ada yang mengherankan. Cuma ceritanya saja yang ditambah-tambah," jelas Masdar Mat Badron, 67 tahun.
Bekas Imam Masjid Kampung Sungai Durian ini merupakan salah seorang yang sering terlibat dengan kerja penggalian dan pemindahan kuburan di Pemakaman Islam Kampung Serkat Barat.
Pengerjaan pemindahan makam di Pontian, Johor, Malaysia itu dimulai sejak Senin lalu.
Menurut Masdar, dia sangat terkejut setelah mengetahui tentang kisah jenazah yang diduga masih balutan kain kafan meski sudah lama dimakamkan. Kisah itu menjadi viral di media sosial Kampung Sungai Durian.
" Apa yang dikatakan memang benar. Tetapi kisahnya dilebih-lebihkan. Sebenarnya kondisi jenazah masih dalam balutan kafan itu sesuatu yang normal bagi yang dimakamkan tidak lebih dari 10 tahun.
Foto jenazah itu ternyata....
© Dream
" Masa saya tidak ingat apa yang terjadi. Kubur mantan kepala kampung Abdullah Ahmad merupakan kuburan yang pertama sekali digali dari sekitar 109 kuburan yang akan dipindahkan tempo hari.
" Mayat juga sudah mulai membusuk. Kondisi itu normal. Setelah diangkat, mayat diletakkan atas kain baru, mungkin gambar itu yang diambil dan disebarkan di media sosial," katanya ketika ditemui di Kampung Sungai Durian.
Masdar berkata demikian saat diminta keterangan tentang foto jenazah yang diduga masih dalam balutan kafan di media sosial sejak beberapa hari lalu.
© Dream
Masdar yang juga Mantan Kepala Desa Area 6 Sungai Durian, memberitahu almarhum merupakan teman baiknya yang meninggal pada tahun 2014 akibat sakit tua.
" Saya sudah biasa dengan pekerjaan menyiapkan jenazah, karena sebelum menjadi imam saya adalah tukang gali kubur di sini.
" Tidak ada apa-apa yang mengherankan, tetapi ceritanya sudah berlebihan. Sehingga membuat semua orang bertanya apa yang telah terjadi sebenarnya," katanya.
Katanya, dia meminta semua yang terlibat dengan pekerjaan penggalian dan pemindahan kuburan tidak menyebarkan foto jenazah di media sosial. Hal itu dikhawatirkan akan menjadi aib bagi yang meninggal dan keluarganya.(Sah)
(Sumber: sinarharian.com.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya