JK Prediksi Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta di Akhir Januari 2021

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 22 Januari 2021 18:00
JK Prediksi Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta di Akhir Januari 2021
Perhitungan tersebut didasarkan bila penambahan kasus harian Covid-19 di atas 10.000.

Dream - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, memprediksi infeksi Covid-19 di Tanah Air bisa menembus satu juta kasus pada akhir Januari 2021. Perhitungan tersebut didasarkan bila penambahan kasus harian Covid-19 di atas 10.000.

" Apabila kondisi kasus harian Covid-19 berjalan terus di atas 10.000, maka pada akhir bulan (Januari) ini bisa tembus 1 juta yang tertular dan positif," ucap JK, sapaan akrabnya di Markas PMI Jakarta, ditulis Kamis 21 Januari 2021.

Pada 21 Januari 2021, kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah 11.703, sehingga total 951.651 orang. Kasus sembuh bertambah 9.755, total  772.790 orang serta kematian bertambah 267, total 27.203 orang meninggal.

" Yang meninggal akibat Covid-19 sudah di atas 25.000. Ini semua merupakan suatu musibah yang besar dan penularan virus Corona yang cepat," lanjut Jusuf Kalla.

" Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah. Kita bersyukur telah dimulainya vaksinasi yang bisa dapat menghentikan penularan virus Corona. Kita berterima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi."

1 dari 4 halaman

Ajak Masyarakat Donor Plasma Konvalesen

JK menambahkan, setiap hari banyak terjadi penularan virus Corona. Apalagi pasien Covid-19 dengan gejala berat atau kritis.

Salah satu yang sedang diupayakan pemerintah adalah menggerakkan sekaligus mengajak para penyintas Covid-19 untuk mendonorkan plasma konvalesen miliknya. Cara ini demi membantu kesembuhan pasien Covid-19.

" Soal plasma konvalesen ini berasal dari donor plasma para penyintas Covid-19 yang telah sembuh. Sebuah berkah syukur diberikan kesembuhan. Dan sebagai tanda syukur, bisa menyumbangkan plasma konvalesen kepada yang belum sembuh," kata JK.

" Mudah-mudahan pasien Covid-19 yang diberikan terapi plasma konvalesen bisa sembuh juga. Diharapkan angka sukses kesembuhannya mencapai 100 persen. Tentunya, apabila para pendonor rela mendonorkan plasma darahnya."

Sumber: liputan6.com

2 dari 4 halaman

Pemerintah Siap Pesan 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tambahan

Dream – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, siap memesan 300 juta dosis vaksin Covid-19 tambahan. Keputusan itu dilakukan untuk menyokong kegiatan vaksinasi bagi seluruh rakyat Indonesia.

“ Sampai sekarang kondisinya kita punya secure komitmen delivery sekitar 300 juta vaksin dan memiliki opsi delivery produksi firm, tapi delivery-nya masih opsi sekitar 300 juta vaksin. Jadi, sudah memiliki coverage 600 juta vaksin, atau sekitar 150 persen dari target kita,” kata Budi, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 21 Januari 2021.

Pemerintah akan mempersiapkan empat jenis vaksin, yaitu Sinovac (Tiongkok), Astrazeneca (Inggris), Pfizer (Jerman), dan Novavax (Amerika Serikat). Secara tahapan, program vaksinasi Covid-19 akan melalui 3 fase. Pertama pengadaan vaksin, kedua logistik vaksin, dan terakhir mengenai penyuntikan vaksin.

Adapun pengadaan vaksin ini akan dilakukan pada 188 juta masyarakat Indonesia yang secara umur diprioritaskan untuk 18 tahun ke atas.

“ Vaksin untuk selesaikan pandemi ini bukan cara satu-satunya. Kita tetap harus perkuat public health system kita dan mengubah perilaku di setiap tata cara bisnis proses. Sebab, bisnis sesudah pandemi akan sangat berbeda dengan bisnis kita sebelum pandemi,” kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)

3 dari 4 halaman

30 Laporan Efek Samping Vaksin: Semua Sehat

Dream - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) sejauh ini telah menerima 30 laporan mengenai kejadian ikutan atau efek samping dari penyuntikan vaksin Covid-19. Tetapi, rata-rata gejala yang terjadi tergolong ringan dan tidak ada reaksi serius hingga membutuhkan perawatan.

" Dari laporan KIPI yang masuk ke kami, semua bersifat ringan dan sesuai dengan yang dilaporkan jurnal-jurnal, dan di tempat lain, semua kondisinya sehat. Jadi, tidak ada yang memerlukan perhatian khusus sampai saat ini," ujar Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari.

Hindra mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan efek samping vaksinasi. Seluruh kejadian ikutan akan dicatat oleh setiap fasilitas kesehatan yang melaksanakan vaksinasi kemudian wajib dilaporkan ke Komnas KIPI.

Data tersebut akan digunakan untuk kajian mencari hubungan antara vaksin dengan kejadian ikutan yang muncul. Pemeriksaan dijalankan oleh tim Komnas KIPI yang berkompeten dan bertugas secara independen.

4 dari 4 halaman

Hindra juga mengatakan vaksinasi bukan semata untuk kepentingan pribadi setiap orang melainkan upaya melindungi keluarga dan orang terdekat. Khususnya bagi tenaga kesehatan yang sudah lama terjun dalam penanganan Covid-19.

" Pandemi ini sudah melelahkan. Kasihan juga nakes yang ada di garda terdepan, mereka berjibaku bekerja di luar ambang batas kemampuannya," kata Hindra.

Selanjutnya, Hindra mengatakan alur pelaporan dijalankan secara berjenjang. Mulai dari laporan masyarakat, puskesmas, dinas kesehatan kabupaten/kota, dinas kesehatan provinsi, sampai ke Komnas KIPI.

" Laporan yang terbanyak adalah kejadian koinsiden atau semua hal dikaitkan dengan vaksin, tidak memandang jangka waktunya, baik itu satu hari setelah vaksinasi atau sebulan setelah vaksinasi, maupun empat tahun setelahnya pun masih dikaitkan dengan vaksinasi," kata dia, dikutip dari Covid19.go.id

Beri Komentar