10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Presiden Joko Widodo (Foto: Liputan6.com)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk aksi teror penembakan yang terjadi di dua masjid di Christcruch, Selandia Baru.
" Siapa pun pelakunya, saya mengutuk dengan keras aksi tersebut," kata Jokowi, dalam unggahan di Instagram pribadinya, Jumat, 15 Maret 2019.
Jokowi menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban dalam peristiwa penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood tersebut.
Menurut Jokowi, pemerintah terus memantau perkembangan peristiwa penembakan itu. Terlebih terdapat sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di kota Christchurch.
" Tim perlindungan WNI di Selandia Baru saat ini sedang menuju ke lokasi dan berkoordinasi dengan otoritas keamanan setempat, rumah sakit, dan Perhimpunan Pelajar Indonesia di sana," ujar dia.
Jokowi mengimbau kepada para WNI di Selandia Baru, khususnya di Christchurch, untuk senantiasa waspada dan hati-hati.
Dream - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyebut penembakan di dua masjid di Kota Christchurch pada Jumat siang waktu setempat sebagai serangan teroris.
" Sangat jelas bahwa ini hanya bisa dijelaskan sebagai serangan teroris," kata Ardern, dikutip dari New Zealand Herald, Jumat 15 Maret 2019.
Ardern mendasarkan pernyataannya pada pola serangan yang rapi. Menurut dia, serangan tersebut sudah disiapkan dengan matang. " Dua alat peledak ditemukan di kendaraan tersangka dan sudah dilucuti," kata dia.
Sebanyak empat orang ditangkap terkait serangan ini. Meski keempat tersangka tidak masuk dalam daftar pengawasan terorisme, Ardern menyatakan hal itu tidaklah masalah.
" Saat ini ada empat orang yang telah ditangkap, tetapi tiga orang terkait serangan ini dan sudah ditahan, salah satu dari tiga orang ini mengaku lahir di Australia," kata Ardern.
Komisioner Polisi, Mike Bush, melaporkan para pelaku sempat melakukan perlawanan ketika ditangkap. Sejumlah IED yang tersemat di kendaraan telah dijinakkan oleh tim Departemen Pertahanan.
" Insiden ini membawa dampak yang signifikan. Sangat-sangat tragis. Ada banyak orang yang terpengaruh," kata Bush.
Tetapi, Bush mengatakan pihaknya belum mengantongi identitas para korban. Dia juga menyatakan tidak akan menganggap tidak ada lagi pelaku.
Secara terpisah, PM Australia, Scott Morrison mengkonfirmasi salah satu pelaku berkewarganegaraan Australia yang tinggal di Selandia Baru. Morrison mengaku terkejut begitu mendapat informasi mengenai serangan tersebut.
" Kami berdiri di sini dan sangat mengecam serangan yang terjadi hari ini oleh kelompok ekstremis, sayap kanan, dan teroris," kata Morrison.
" Dia sudah merampas nyawa dalam serangan ganas, yang oleh banyak warga Selandia Baru disebut serangan pembantaian," kata dia.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli