Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Haider Ali Motar (Daily Mail)
Dream - Seorang anggota kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Haider Ali Motar, menjalani rekonstruksi pengeboman di Baghdad, Irak. Dia digiring ke lokasi pengeboman yang dilakukan pada bulan lalu.
Saat menjalani rekonstruksi itulah Motar dipertemukan dengan keluarga korban bom mobil itu. Dan pertemuan antara tersangka dengan keluarga korban ini direkam oleh sebuah stasiun televisi Irak dan dijadikan reality show dalam program In the Grip of the Law.
Saat menjalani rekonstruksi itu, Motar dikawal ketat oleh sejumlah Perwira militer Irak yang bersenjata lengkap. Dia kemudian dipaksa menemui kerabat para korban pengeboman itu.
Terang saja, Motar mendapat caci-maki dari para keluarga korban. Dalam suatu kesempatan, Motar berhadapan dengan seorang pria yang duduk di atas kursi roda sambil melontarkan sumpah-serapah kepadanya.

Pria itu harus kehilangan ayah karena bom mobil ISIS. Motar yang berjaket kuning pun hanya bisa berdiri sambil menangis.
Presenter acara itu mengatakan acara ini bertujuan agar anggota kelompok ISIS bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan di pengadilan. Selain itu, acara ini juga dimaksudkan untuk mencegah terulangnya aksi teror di Baghdad.
" Kami ingin ingin memproduksi sebuah program yang menawarkan bukti yang jelas dan meyakinkan, dengan cerita yang lengkap, disajikan dan ditampilkan kepada khalayak Irak," kata Ahmed Hassan, dikutip Dream dari Daily Mail.
Dalam rekonstruksi yang direkam dalam sebuah reality show itu, Motar memperagakan bagaimana peledakan bom mobil di tengah Baghdad bulan lalu. Mulai dia mempersiapkan hingga memarkir mobil yang diledakkan.
Dalam sebuah adegan, Motar terlihat gugup saat berbicara di depan kamera. " Apa yang harus saya katakan," kata Motar. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya