Kapolri: Pelaku Persekusi Langsung Ditahan

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 2 Juni 2017 11:58
Kapolri: Pelaku Persekusi Langsung Ditahan
Pelaku persekusi terhadap PMA, remaja asal Cipinang, segera ditahan untuk menimbulkan efek pencegahan.

Dream - Aksi persekusi atau pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seorang atau kelompok tertentu untuk kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas kini tengah marak terjadi. Sederet kasus persekusi terjadi bermula dari unggahan status di media sosial

Kasus ini juga dialami oleh remaja berinisial PMA, 15 tahun, asal Cipinang, Jakarta Timur. Sementara pelaku diduga merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI).

Dalam rekaman video yang dibuat pelaku, PMA dipaksa meminta maaf secara tertulis lantaran telah mengunggah status di media sosial yang dinilai menghina Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab. Selain itu, PMA juga mengalami tamparan beberapa kali.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian membenarkan kabar tersebut. Dia mengaku telah mendapat laporan dari Kapolres Metro Jakarta Timur.

" Kita yang sekarang lagi ramai masalah persekusi. Tadi ada anak kecil di Jakarta Timur, Kapolres Timur sudah laporan," kata Tito di Jakarta, Kamis malam, 1 Juni 2017.

Tito mengatakan Polres Metro Jakarta Timur telah menangkap dua orang pelaku berinisal U alias MH dan M. Dia mengatakan penangkapan itu berjalan sesuai instruksi yang dia berikan.

" Saya bilang udah jangan tanggung-tanggung tahan aja, supaya memberikan efek deteren (pencegahan) untuk yang lain," tegas dia.

Ditemui di lokasi berbeda, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan saat ini korban telah membuat laporan polisi atas apa yang telah dia alami. " Malam tadi (korban) melaporkan kejadian itu. Dan tentunya laporan langsung ditindaklanjuti," ujar Argo.

Argo menjelaskan polisi telah meminta keterangan korban dan kedua pelaku. Kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya.

" Saat ini Polda Metro Jaya sudah memintai (keterangan) korban, kami juga mengamankan dua orang dari kelompok tertentu yang diduga melakukan penganiayaan," ucap Argo.

Beri Komentar