Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
(Foto: Sinarharian.com.my)
Dream - Seorang pria di Kulim, Kedah, Malaysia menjadi korban vandalisme. Papan nama dan dinding bengkel mobilnya dipenuhi coretan kata-kata vulgar.
Hanya ingin dikenal sebagai Wan, 24 tahun, mengaku peristiwa itu pertama kali terjadi di bengkelnya.
Padahal, Wan sempat mendengar ada benda yang mengenai papan tokonya sekitar pukul dua pagi. Tapi Wan tak melihat apapun.
Saat pukul lima pagi hendak membeli makan sahur, Wan terkejut tokonya sudah penuh tulisan-tulisan seronok.
" Saya pergi ke belakang toko mau periksa kalau ada apa-apa. Tapi saya terkejut melihat tulisan kasar pada dinding menggunakan cat merah," katanya.
Wan menduga aksi coretan vulgar itu sebagai bentuk perasaan tidak senang sepasang kekasih yang ditegur sehari sebelumnya.
© Dream
Dream - Wan percaya peristiwa itu terjadi karena dirinya menegur sepasang kekasih yang sedang bermesraan di dalam mobil di tepi bengkelnya, pagi kemarin sebelumnya.
" Kemarin, saat sedang membuka bengkel dan memarkir mobil pelanggan di luar, saya melihat sepasang kekasih di dalam mobil melakukan perbuatan tak senonoh sekitar jam 11 pagi," ujarnya.
Meskipun kaca mobil sepasang kekasih itu gelap, namun Wan masih bisa melihat bagian dalamnya. Wan merasa apa yang diperbuat pasangan kekasih itu itu tak patut dilakukan di tempat umum dan terbuka.
Jadi, Wan mendatangi mobil itu dan mengetuk kaca untuk bertanya apa yang mereka perbuat di dalamnya.
" Pasangan itu hanya menjawab dengan tenang sebelum menutup kaca mobil dan memundurkan kendaraan sampai ke depan bengkel, lalu membuat suara dengan mobilnya," katanya.
© Dream
Dream - Karena tidak terima dengan tindakan pasangan itu, Wan terus membuntuti mereka dengan sepeda motor dan bertanya kenapa membuat suara berisik knalpot mobilnya.
" Saya ikuti dengan sepeda motor dan memotong mobil itu sebelum memakir di tepi jalan. Tapi mereka mencoba untuk menabrak saya. Saya panik dan sempat mengambil batu untuk dilemparkan ke mobil itu. Untungnya mobil itu mengelak dan terus berlalu pergi dari situ," katanya.
Wan kemudian membuat laporan di Balai Polis Hi-Tech Kulim karena khawatir akan terjadi sesuatu terhadap dirinya dan bengkel mobil tempatnya bekerja.
Wan berharap polisi sering melakukan patroli di sekitar kawasan bengkelnya, karena selalu jadi tempat para pemabuk berkumpul.
" Saya khawatir karena itu membahayakan keselamatan orang dan harta benda warga sekitar," katanya.
(Ism, Sumber: sinarharian.com.my)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya