Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Gunung Berapi Di Saudi (alarabiya.net)
Dream - Selama ini, banyak yang mengira Arab Saudi adalah negara padang pasir. Padahal, Saudi juga memiliki bentang alam beragam, termasuk gunung berapi.
Menurut laman Al Arabiya, tercatat ada 2.000 gunung berapi tidak aktif, namun tidak mati. Sejauh ini, telah terjadi 13 kali erupsi lahar.
Madinah merupakan kota yang memiliki gunung api dengan kawah terbesar. Letusan terakhir terjadi di Hijaz, arah tenggara Madinah, pada 1256 Masehi.
Letusan terjadi dalam beberapa hari dan lahar mengalir dalam radius lebih dari 23 kilometer. Aliran lahar terpanjang ada pada jarak 8,2 Kilometer dari makam Nabi Muhammad di Masjid Nabawi.
Gunung api fenomenal lainnya yaitu Al Qadr, yang terletak di tengah deretan pegunungan Khyber. Gunung api dengan ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut ini dinyatakan telah mati.

Medannya sangat kasar dan sulit didaki. Kawah Gunung Al Qadr sangat dalam dan berongga besar. Mereka yang mampu mendaki gunung ini akan melihat sebaran lahar sejauh 50 kilometer.
Di dekat kawah Gunung Al Qadr, terdapat kawah Gunung Api Al Abyad. Kawah ini memiliki warna yang aneh dan bentang medan dengan berbagai bentuk. Gunung ini menjadi salah satu kawasan geologis paling terkenal.
Di dekat Taif, ada satu kawah vulkanik terdalam di Saudi. Kawan tersebut diperkirakan sedalam 240 meter dengan diameter lebih dari 2.500 meter.

Arab Saudi merupakan tujuan utama para ahli geologi. Negara ini memiliki banyak gunung berapi menonjol dengan formasi dan kawah yang unik.
Ada lebih dari 2.000 kawah gunung api. Beberapa di antaranya merupakan kawah vulkanik terindah di dunia, menurut Profesor Geologi King Saud University, Abdulaziz bin Laaboun.
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Psikosomatis: Stres yang Bisa Memperburuk Penyakit Fisik, dari Tekanan Darah Tinggi hingga Eksim

Sarapan Pisang Saja Bikin Cepat Lapar? Ahli Gizi Bagikan 3 Cara agar Lebih Mengenyangkan

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?