Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012
Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
(Foto: People's Daily Online)
Dream - Sebagian orang memilih untuk menjemput calon istrinya dengan mobil. Namun tidak demikian dengan seorang pengantin pria di China yang terlihat terlalu berlebihan.
Dia menggunakan helikopter untuk menjemput pengantin wanita di sebuah jalan raya di Shanghai. Tak cuma itu, kelakukan paling menjengkelkan pasangan pengantin ini adalah kemacetan luar biasa muncul karena ulah mereka.
People's Daily Online melaporkan pendaratan helikopter itu menyebabkan kemacetan selama lebih dari satu jam. Identitas pengantin pria maupun pengantin wanita belum diketahui.
Namun media lokal termasuk iFeng.com menduga bahwa sang pengantin pria itu adalah seorang konglomerat.
© Dream
Menurut laporan, salah satu penumpang helikopter adalah pengantin pria dan ia sedang dalam perjalanan untuk menjemput istrinya. Pernikahan adat tradisional China memang mengharuskan pengantin pria untuk menjemput pengantin wanita untuk pergi ke tempat pesta pernikahan mereka.
Insiden ini terjadi pada 24 Juli yang lalu di Jalan Nanyuan di Pudong New Area, Shanghai.
Si pengantin tadinya ingin memberi kesan penjemputan ini sebagai gambaran cinta yang turun dari langit.
Saat mendarat, helikopter itu sampai memblokir jalan dan membuat macet lalu lintas selama lebih dari satu jam. Beberapa pengendara mengaku kesal dan menelepon polisi yang segera datang ke tempat kejadian.
Helikopter tersebut dioperasikan oleh King Wing Aviation yang memiliki basis di beberapa kota di China.
© Dream
Seorang juru bicara perusahaan mengatakan kepada koran lokal Jie Fang Daily bahwa biaya sewanya berkisar dari 20.000 yuan (sekitar Rp 40 juta) hingga 6 juta yuan (sekitar Rp 11 miliar) per jam.
Banyak pengguna media sosial China yang mengkritik pasangan tersebut karena sifat egois mereka. " Karena peristiwa itu tidak punya izin, mengapa mereka tidak dibawa ke pengadilan," kata seorang netizen di iFeng.com.
(Sumber: dailymail.co.uk)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
