Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Penembakan (Merdeka.com)
Dream - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Makassar, Iqbal Asnan, ditangkap polisi pada Sabtu 16 April 2022. Dia diduga sebagai otak penembakan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, Najamuddin Sewang.
" Sudah tersangka, dia otak pelaku penembakan. Sementara otak pelaku adalah pejabat daripada kota Makassar," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto, dikutip dari Merdeka.com, Senin 18 April 2022.
Polisi sudah memeriksa 20 orang terkait kasus pembunuhan itu. Dari pemeriksaan itu empat orang dinyatakan sebagai tersangka. Selain Iqbal polisi menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka, yakni S, AKM, dan A.
Menurut Budhi, peranan empat tersangka tersebut adalah eksekutor, menggambar korban, serta Iqbal sebagai otak pelaku penembakan.
Penembakan pada Minggu 3 April 2022 itu diduga karena motif pribadi Iqbal Asnan yang terlibat cinta segitiga dengan wanita berinisial R dan sang korban yang kini telah meninggal dunia.
Dihimpun dari Merdeka.com, berikut fakta-faktanya:
Empat pelaku yang kini ditetapkan sebagai tersangka, terancam dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Dengan ancaman hukuman seumur atau mati.
" Pasal sangkaan 340 KUHP, pembunuhan berencana. Ancaman hukuman seumur hidup atau mati," ujar Budhi.
Meski demikian, Budhi mengaku tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah. Apalagi, kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus penembakan tersebut.
" Bisa saja (tersangka bertambah)," tuturnya.
Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti sepeda motor dan senjata api (senpi) yang digunakan untuk menembak Najamuddin Sewang.
" Yang jelas kendaraan bermotor digunakan pelaku dan senpi yang masih perlu kita uji balistik," sebut Budhi.
Budhi menambahkan pelaku menembak korban dengan menggunakan senpi jenis revolver. Dia mengaku masih mendalami asal senpi tersebut.
" Jenisnya revolver. Untuk kepemilikannya masih kita didalami," ucapnya.
Motif penembakan dari kasus ini adalah cinta segitiga. Budhi menegaskan kasus penembakan tidak terkait dengan teror keamanan Kota Makassar.
" Untuk motif daripada pelaku ini adalah cinta segitiga, motif pribadi. Saya tegaskan tidak ada teror di Makassar, tetapi ini adalah motif masalah pribadi sehingga terjadi penembakan yang terjadi pada Hari Minggu 3 April 2022," sebutnya.
Sosok wanita berinisial R diduga memiliki hubungan dengan korban dan Iqbal Asnan. Sosok R merupakan pegawai di Dishub Makassar. Dia disebut-sebut merupakan kepala seksi di Dishub Makassar.
Berdasarkan hasil autopsi jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, polisi memastikan meninggalnya Najamuddin Sewang (40) akibat terkena peluru.
Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Kompol Jafri Natsir, mengungkap, ditemukan luka tembak setelah proses autopsi jenazah yang selesai pada pukul 04.00 Wita.
" Setelah dilakukan autopsi, memang yang bersangkutan ada luka tembakan dalam tubuhnya," ujarnya pada Senin, 4 April 2022.
Sementara itu, jenazah Najamuddin telah dimakamkan oleh pihak keluarganya di Kabupaten Takalar.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengaku setelah adanya penetapan tersangka, pihaknya akan menonaktifkan jabatan Muh Iqbal Asnan sebagai Kasatpol PP Makassar. Surat penghentian sementara Iqbal akan berlaku mulai Senin, 18 April 2022.
" Kalau sudah tersangka, besok saya akan memproses. Kalau tersangka artinya pemberhentian sementara (nonaktif)," ujarnya.
" Kita harus bersyukur pengungkapan ini lebih cepat daripada yang dibayangkan orang. Saya menyampaikan salut kepada Pak Kapolrestabes," lanjutnya.
Kakak Najamuddin Sewang, Juni Sewang menceritakan Iqbal Asnan adalah mantan atasan adiknya di Dishub Makassar. Sebelum menjadi Kasatpol PP Makassar, dia pernah menjabat Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Makassar, tempat korban bekerja.
Juni Sewang juga menduga sosok perempuan R sebagai pangkal persoalan sehingga terjadi penembakan adiknya. Apalagi sebelumnya, Iqbal pernah menyampaikan kepada dirinya agar adiknya tidak mendekati R.
" Pak Iqbal pernah telepon saya dan bilang, 'kalau bukan adikmu, saya habisi'," kata Budhi.
Dia pun sudah mengingatkan kepada adiknya untuk tidak mendekati R. Apalagi, Najamuddin sudah memiliki istri bernama Rovida Setya Ikhsani.
Sementara Iqbal Asnan juga sudah memiliki seorang istri bernama Ekayani Prativi. Dia merupakan ASN Pemkot Makassar yang menjabat Lurah Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya