Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Twitter.com/DanielCharlesW)
Dream – Sejak diberlakukannya berbagai kebijakan dalam upaya melawan penyebaran virus corona covid-19, banyak sektor kehidupan yang terkena dampaknya.
Salah satunya pada sektor perekonomian masyarakat. Sebagian perusahaan dan kantor mulai menerapkan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah.
Namun sebagian lagi tidak dapat menerapkan kebijakan WFH ini. Tuntutan pekerjaan mengharuskan mereka untuk tetap bekerja diluar rumah.
Hal inilah yang banyak dialami oleh tenaga kesehatan, para pekerja jasa seperti driver ojek online, sales, ataupun profesi lainnya. Salah satunya adalah badut.
Kisah haru datang dari pemilik Twitter @DanielCharlesW. Ia pertama kali membagikan kondisi saat ia berkunjung ke Mall Bali Galeria.
Semenjak kebijakan physical distancing diberlakukan, mal menjadi salah satu tempat yang sangat terlihat perbedaannya.
Jika pada hari biasa mal akan ramai oleh lalu lalang pengunjung, suasana itu terlihat berbeda setelah virus corona covid-19 mewabah.
Sama seperti Mall Bali Galeria yang nampak sangat sepi. Tidak terlihat keramaian seperti hari biasa.
Namun di tengah sepinya mal, ada satu sosok yang menarik perhatiannya. Sosok tersebut berdiri di tengah kosong-nya mal. Dialah si badut.
Sang badut nampak berdiri sendirian. Tak ada satupun pengunjung yang terlihat.
Kotak yang menjadi tempat pengunjung memberikan uang juga terlihat tak tersentuh. Tuntutan pekerjaan mengharuskannya tetap menghibur di tengah sepinya pengunjung mal.
Dari kemarin kalo lagi ke mall bawaannya nangis :( kondisi sepi dan si mas2 badut bonekanya tetep bertahan :(
Semangat mas ????:(
???? Mall Bali Galeria pic.twitter.com/UjlNAF8djz— ???????????????????????? (@DanielCharlesW)March 31, 2020
Pemilik akun @DanielCharlesW pun kemudian membuka donasi untuk si badut yang disambut baik oleh warganet.

Tak hanya ikut membantu memberikan donasi, seorang pengguna Twitter lain @LilikIskandars mengunggah video yang dikirimkan oleh temannya.
Video itu juga merekam sang badut yang sama di Mall Bali Galeri. Ia langsung mendatangi badut yang viral setelah melihat cuitan Daniel.
Ia langsung memberikan uang secara langsung, untuk membantu sang badut. Ternyata tindakannya itu membuat pengunjung lain melakukan hal yang sama.
TWITTER PLEASE DO YOUR MAGIC
Ini video kiriman dari seorang teman di bali
Badut yg sempat viral di Bali karna mall yang sepi dan gaada yang bisa kasih dia uang, dan teman saya berniat ingin melakukan hal baik terhadap badut tersebut, dan lihat reaksi lingkungan setelah itu:) pic.twitter.com/E8jzvWJtMM— maslilik (@LilikIskandars)April 4, 2020
Sekecil apapun bantuan yang diberikan, akan memberikan dampak besar bagi mereka yang membutuhkan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya