Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nur Hafiza, Ibu Hamil Penyintas Covid Yang Pulih Setelah 25 Hari Bertarung Nyawa. (Foto: MStar)
Dream - Seperti mendapatkan kesempatan hidup kedua kalinya! Itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan pengalaman yang dirasakan mantan pasien Covid-19 setelah sembuh dari infeksi virus corona.
Selama 25 hari dirawat di rumah sakit, dengan lima hari ditempatkan di Intensive Care Unit (ICU) dan bahkan sampai 'ditidurkan' (intubasi), akhirnya dia sembuh berkat doa dari orang yang dicintainya dan semangat juangnya untuk bayi yang dikandungnya.
Nur Hafiza Jumali mengaku tertular Covid-19 setelah kontak dekat dengan suaminya yang terinfeksi virus corona di tempat kerjanya.
" Sebelumnya suami saya positif. Dan saya yang saat itu sedang hamil 24 minggu, sempat mengalami gejala seperti demam serta kehilangan indra penciuman dan perasa. Saat itu saya sebenarnya sudah menduga bakal positif," kenang wanita dari Malaysia ini.
Karena penasaran dengan kondisinya, Nur Hafiza memutuskan untuk pergi ke rumah sakit dengan niat untuk melakukan swab test.
Hasil swab test menunjukkan Nur Hafiza memang positif Covid-19 sehingga dokter melarangnya untuk pulang.
" Saya ditempatkan di bangsal biasa karena saat itu oksigen sudah oke lagi. Di situlah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup dimulai," katanya.
Selama dua hari berturut-turut, Nur Hafiza melihat para pasien Covid-19 di sebelah tempat tidurnya meninggal dunia.
" Saya melihat di depan mata saya, para tenaga kesehatan berusaha keras untuk menyelamatkan nyawa para pasien tetapi gagal.
" Dua insiden yang terjadi tepat di depan mata membuat saya sedikit down saat itu," kata wanita berusia 32 tahun itu.
Nur Hafiza menambahkan, kondisi kesehatannya juga semakin memburuk hingga akhirnya harus dipindahkan ke ICU untuk diintubasi.
" Saya ingat tanggalnya 10 Juli. Sebelum tidur, dokter memberi saya kesempatan untuk berkomunikasi dengan orang yang saya cintai selama sekitar 15 menit.
" Saya minta maaf kepada suami dan bilang padanya jika bayi kami selamat, minta dia untuk merawatnya dengan baik. Saya juga meminta maaf kepada ayah dan ibu.
" Saat itu ayah saya menangis, dan saya tidak pernah melihatnya seperti itu. Ibu juga memberi kata-kata penyemangat, dan percaya bahwa saya kuat," kata Nur Hafiza.
Setelah melakukan komunikasi 'terakhir' dengan keluarganya, dokter mengajari Nur Hafiza mengucap syahadat.
Waktu itu Nur Hafiza sudah ridha dengan apa yang akan terjadi sebelum akhirnya benar-benar tidak sadarkan diri.
Namun ibu rumah tangga yang tinggal di Ampang ini tidak menyangka akan mampu melewati momen yang sangat menegangkan itu.
Dia seolah diberi kesempatan kedua untuk mengecap kehidupan di dunia bersama suami dan calon bayi yang ada dalam kandungannya.
" Sepanjang tak sadarkan diri, saya bermimpi bertemu dengan bayi saya. Mungkin Tuhan mau tunjukkan, sebab saya memang punya tekad kuat demi baby dalam kandungan.
" Sebelum ini saya pernah mengidap kanker ovarium stadium satu, dan terpaksa menunggu 4 tahun sebelum hamil, tapi kembali diuji dengan Covid-19," katanya.
Setelah dirawat selama 25 hari, Nur Hafiza akhirnya diperbolehkan pulang pada 25 Januari lalu.
Apa yang dilaluinya telah memberikan 1.001 hikmah, selain membuatnya lebih banyak bersyukur atas kesempatan kedua yang diberikan.
" Saat sadar dari intubasi, saya seolah lahir kembali. Peluang kedua ini adalah anugerah luar biasa yang diberikan Allah.
" Saya mau menjadi individu yang lebih baik, berbakti kepada suami dan orangtua," katanya.
Nur Hafiza kemudian berpesan untuk mereka yang menghadapi situasi sama dengan dirinya agar berpikiran positif dan terus kuat.
" Jangan down atau terlalu sedih. Tetapkan tujuan dan berjuang untuk bertahan hidup. Seperti saya, saya bertekad untuk terus melawan Covid demi baby saya," pungkasnya.
Sumber: mStar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam