Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kisah Ibu Positif Covid-19 Yang Terpaksa Berjauhan Begitu Melahirkan Bayinya. (Foto: MStar)
Dream - Saat ini banyak keluarga yang terpaksa berpisah 'sementara' dengan orang tersayang karena terpaksa dirawat atau menjalani karantina akibat tertular Covid-19.
Seperti kisah mengharukan yang dibagikan oleh seorang perawat asal Malaysia bernama Shima melalui TikTok berikut ini.
Video itu mengisahkan seorang ibu yang sedang dikarantina terpaksa berpisah dengan bayi yang baru dilahirkannya gara-gara Covid-19.
Shima mengatakan, ibu dan bayinya sudah lebih dari seminggu terpisah setelah dinyatakan positif Covid-19 sebelum bersalin.
" Jika ada kasus ibu hamil yang positif sebelum melahirkan, mereka terpaksa bersalin melalui pembedahan Caesar. Si ibu tak akan bisa bertemu bayinya karena dikarantina.
" Biar pun memberikan ASI juga dilarang. Harus betul-betul 'clear' dari Covid-19, baru bisa menyusui," katanya.
Shima hanya bisa mengabarkan perkembangan bayi kepada si ibu karena dia paham bagaimana rasanya rindu dengan anak sendiri.

" Dari lahir belum sempat mencium, mendekap dan membelai bayi yang dikandungnya selama sembilan bulan.
" Saat si ibu berkali-kali ucapkan terima kasih, saya merasa bahagia walaupun apa yang dilakukan itu tidak seberapa," kata Shima.
Shima juga menjelaskan, bayi yang baru lahir itu akan menjalani swab test sampai tiga kali untuk memastikan tidak tertular virus corona.
Bercerita lebih lanjut, Shima mengatakan sepanjang enam tahun bertugas sebagai perawat di ruang ICU bayi di Kuala Lumpur, dia tidak dapat menyembunyikan rasa sedih apabila menyaksikan beberapa kasus kematian ibu karena Covid-19.
" Ada beberapa kasus si ibu menghembuskan nafas terakhir karena Covid-19 namun bayi mereka 'survive'. Tak dapat membayangkan betapa sedihnya apabila bayi ini tidak dapat merasakan dekapan ibu kandung untuk selama-lamanya.
" Dalam kasus yang lain, ada juga orangtua yang terpisah dari bayi, dan biasanya mereka berasal dari keluarga yang susah. Saya ikut sedih dan coba membantu apa yang patut untuk bayi mereka," kata Shima.
Tak sangka kisahnya viral di media sosial, Shima mengatakan dia sekadar memperlihatkan situasi saat kasus penularan Covid-19 begitu mengkhawatirkan.
" Kami bekerja di ruang penanganan Covid harus melengkapi diri dengan APD. Kalau tujuh jam bekerja, maka tujuh jam juga kami harus memakainya.
" Panasnya tak usah disebut... namun yang membuat saya dan petugas lainnya bersemangat adalah niat ikhlas kami untuk merawat dan memulihkan kembali pasien agar sehat seperti sedia kala," pungkasnya.
Sumber: mStar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam