Sama-Sama Tunanetra, Semangkuk Bakso Cinta Suami untuk Istri Ini Bikin Luluh

Reporter : Idho Rahaldi
Senin, 29 Juli 2019 14:01
Sama-Sama Tunanetra, Semangkuk Bakso Cinta Suami untuk Istri Ini Bikin Luluh
Sambil berbisik ke penjual, sang suami memesan semangku bakso.

Dream - Ikatan sederhana, namun penuh kasih antara pasangan tuna netra di Kranji, Bekasi Barat ini telah meluluhkan hati orang-orang.

Kisah yang dibagikan oleh akun twitter @bloomforhyunjae, menceritakan pengorbanan seorang suami agar istrinya bisa makan enak.

Ya sejoli itu adalah pasangan tuna netra, pergi ke sebuah kedai bakso untuk santap siang.

Sambil berbisik ke penjual, sang suami memesan semangkuk bakso.

1 dari 5 halaman

Pura-pura Ikut Menyantap

Rupanya pesanan itu hanya untuk istrinya saja, sang suami hanya pura-pura ikut menyantap dan membiarkan istirnya menikmatinya makanan itu seorang diri.

" sang istri menyantap baksonya sambil berkata 'enak ya pak baksonya'.. & suami menjawab 'wuuaah enak sekali buk'.. padahal tidak satu baksopun yg di makannya," tulis ibu pemilik akun @bloomforhyunjae.

Menurut penjelasan akun tersebut, suami tuna netra hanya sanggup memesan satu mangkuk bakso saja karena belum mendapat uang dari hasil jualan kerupuk.

2 dari 5 halaman

Dibeli Saja Kerupuknya

Melihat pemandangan ini, banyak orang yang sedang makan di sana terketuk pintu hatinya. Mereka pun silih berganti menawarkan untuk membelikan semangkuk bakso untuk sang suami.

Namun pria itu menolak. Ia lalu menawarkan untuk membeli krupuk jualannya saja. Dikarenakan jualannya lebih berharga daripada rasa laparnya saat itu.

Usai diunggah pada beberapa waktu lalu, curhatan itu pun viral. Hingga kini, cuitan tersebut telah mendapat retweet sebanyak 13 ribu kali. Banyak warganet yang bersimpati dan mengaku sedih membaca curhatan itu.

" Liat ginian jadi malu sama diri sendiri yang nggatau diri dan lupa buat bersyukur," tulis akun @ddeyyah.

" Ini gw tau bapaknya :( ... Biasa jualan di gang samping warung baksonya tapi agak ke dalem pas di jembatannya," ungkap akun @firmannazis.

" Pagi2 ada aja yang bikin nangis :(," ujar akun @fahmirreza.

3 dari 5 halaman

Mengharukan, Suami Tunanetra Temani Istri Tonton Bioskop

Dream - Trenyuh hati rasanya tatkala membaca kisah tentang seorang suami tunanetra namun masih tetap ingin menemani istrinya untuk menonton film bersama.

Dibagi oleh Myra Mimi melalui halaman Facebook, kejadian tersebut terjadi di Sunway Pyramid, sebuah mal yang terletak di Subang Jaya, Selangor, Malaysia, baru-baru ini.

Menurut Myra, ketika itu dia terlihat seorang pria memakai tongkat berjalan bersama seorang wanita menghampiri bioskop di mal tersebut.

Berdasarkan percakapan mereka, Myza mengetahui si suami ingin menemani istrinya menonton film, biarpun dia tidak mampu melihat.

Pada awalnya, si istri, Suhana (26 tahun) merasa ragu karena gusar orang-orang akan memandang sinis kedatangan mereka, dan mungkin juga akan ada yang tidak punya perasaan menertawakan suaminya.

4 dari 5 halaman

Ingin Menggembirakan Hati Sang Istri

Namun, biarpun sadar akan kekurangan diri, si suami, Wan Muhammad yang berusia 29 tahun, tetap bersikeras untuk menemani istrinya menonton film di mal tersebut.

Wan Muhammad sadar bahwa dia tidak mampu menikmati film seperti orang normal lainnya. Tapi apa yang lebih penting baginya adalah dia bisa menggembirakan hati istrinya.

Tersentuh hatinya dengan percakapan pasangan itu, Myza mendekati mereka dan menyatakan keinginannya untuk menghadiahkan tiket VIP agar mereka bisa menonton tanpa terganggu pengunjung lain.

" Saya tersentuh dengan cinta mereka. Biarpun si suami tidak memiliki fisik yang sempurna, dia tetap ingin menemani istrinya menonton film. Padahal dia hanya mampu mendengar. Ya! Dia hanya mampu mendengar saja.

" Semoga Allah pelihara cinta sejati mereka dan kita semua," tulis Myza.

" Saya hadiahkan tiket ini sehingga mereka dapat menikmati film dalam kondisi tenang tanpa gangguan," tambah Myza lagi.

5 dari 5 halaman

Kisah Menggetarkan Pasangan Tunanetra Pantang Berputus Asa

Dream - Pasangan suami-istri Pandji Doso Saputro dan Dyah Sustiningsih layak menjadi cermin bagi seseorang untuk tak lupa bersyukur. Pandji dan Ari merupakan pasangan penyandang tunanetra.

Mereka menjalani biduk rumah tangga dengan sangat sederhana. Untuk bertahan hidup, keduanya mengandalkan profesi sebagai musisi jalanan.

Kesulitan tentu mereka hadapi setiap hari. Apalagi setelah Pandji mengidap penyakit jantung. Alhasil, Pandji harus bolak-balik ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi jantungnya. Rutinitas baru yang tentunya memakan biaya yang tidak sedikit.

Tetapi, pasangan ini menolak untuk menyerah. Keduanya berusaha semaksimal mungkin demi mendapatkan pemasukan, meski tidak pernah mencukupi.

Terbersit keinginan dalam diri Pandji dan Ari untuk membuka usaha kecil-kecilan, berdagang kue kering. Lagi-lagi, keinginan itu terbentur. Modal menjadi masalah yang harus mereka hadapi.

Pandji mengaku sempat mendapat tawaran dari sejumlah pihak untuk mengajukan pinjaman di lembaga keuangan maupun perorangan. Pandji memilih tidak mengikuti saran itu.

Alasannya, beban bunga yang tinggi menjadi beban. Jika tidak dibayar, tentu akan berdampak negatif bagi keluarga Pandji.

Permasalahan Pandji dan Ari ternyata terdengar pengurus Baitul Maal Hidayatullah Perwakilan Yogyakarta. Mereka lantas meluncur ke kediaman Pandji.

Sesampai di sana, BMH menyalurkan bantuan pinjaman modal sebesar Rp2 juta. Pandji dan Ari memiliki waktu pengembalian selama satu tahun tanpa bunga.

Pandji dan Ari merasa bersyukur mendapat bantuan itu. Mereka kemudian menyatakan dana tersebut akan digunakan sebaik mungkin sebagai modal usaha.

General Manager BMH Perwakilan Yogyakarta Firman Zainal Abidin berharap pinjaman tersebut dapat memberikan manfaat bagi Pandji dan Ari. " Semoga ini bisa memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga Bu Ari dan Pak Pandji," kata Fadjar.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie