Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Suasana Matahari Terbit Di Selat Bali (Dream.co.id)
Jam digital di telepon seluler tiba-tiba berubah. Semua bingung, jam digital mereka mendadak kacau.
Dream - Bak gunung emas. Pulau di seberang lautan itu berkilau. Daratan kelabu mulai mencorong kekuningan. Menyala di bawah langit temaram. Seolah terapung di tengah lautan biru, yang perlahan mulai terlihat menghitam.
Senja di pantai timur Banyuwangi memang beda. Tak ada matahari tenggelam di ujung laut, seperti di pesisir-pesisir yang menghadap barat. Tapi percayalah, pemandangan di sini tak kalah memesona.
Petang itu, kami berada di Dialoog Hotel. Lokasinya persis di bibir Selat Bali. Di pantai timur Banyuwangi. Kala senja, matahari terbenam di belakang penginapan. Saat itulah Pulau Bali seperti layar. Memantulkan sinar matahari, bak lampu panggungnya.

Pulau Bali terlihat dari pesisir Banyuwangi (Dream.co.id)
Selat Bali memang tidak terlalu lebar. Istilahnya, hanya selemparan batu saja. Tak sampai sejam laju kapal ferry. Sehingga Pulau Dewata yang berada di seberang terlihat jelas. Dan, atraksi alam senja itu sungguh menawan.
Bila Anda menginap, mainlah ke pantai pada malam hari. Lihatlah kembali ke seberang. Bali yang merona keemasan, berubah kelam. Lampu-lampu berkelip, tampak jelas. Membentang dari utara ke selatan. Pulau Bali seperti sarang kunang-kunang.
Jangan lewatkan pula pagi hari. Saat matahari kembali bangun. Inilah pesona pantai timur Banyuwangi sesungguhnya. Anda bisa menjadi orang pertama di Pulau Jawa yang menyaksikan matahari terbit.
Inilah Sunrise of Java. Bila Anda tak bisa melihat sunset, maka akan terbayar lunas saat melihat matahari terbit.

Melayan Banyuwangi memancing di selat Bali (Dream.co.id)
Saat matahari menyembul, Pulau Dewata masih kelam. Gunung-gunung menjulang. terlihat jelas. Jadilah Bali bak lukisan siluet raksasa di atas kanvas biru, langit yang mulai merona.

Matahari terbit di Selat Bali (Dream.co.id)
Satu lagi pengalaman kami petang itu. Ini peristiwa unik. Sedikit membingungkan. Jam digital di ponsel mendadak berubah. Penunjuk waktu andorid satu jam lebih cepat dari tampilan wallpaper ponsel. Tidak sinkron.
Lantas, mana yang benar? Itulah pertanyaan besar kami sore itu. Kejanggalan ini membuat semua orang memaku mata ke layar ponsel. Mengamati lekat-lekat penunjuk waktu. Memang beda.

Perbedaan jam di Selat Bali (Dream.co.id)
Selat Bali memang ‘wilayah antara’. Banyuwangi berada di zona Waktu Indonesia Barat. Bali masuk Waktu Indonesia Tengah. Kemungkinan besar inilah yang membuat penunjuk waktu android berubah otomatis.
Bertahun-tahun hidup di Banyuwangi, baru kali ini saya menyaksikan perbedaan waktu dengan mata kepala sendiri. Banyuwangi merupakan awal zona Waktu Indonesia Barat.
Jadi tidak heran, bila saban Ramadan selalu mendapat ucapan selamat berbuka setengah jam sebelum azan magrib. Saat Banyuwangi sudah membatalkan puasa, kita yang berada di Jakarta masih menahan lapar.