Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rumah Suku Yamonani Yang Terlihat Unik (Foto: Independent.co.uk)
Dream - Suku Yanomami di pedalaman hutan Amazon merupakan salah satu kelompok masyarakat asli terbesar yang terisolasi di Benua Amerika. Namun sekarang, keberadaan mereka terancam oleh kehadiran para penambang emas liar.
Beberapa foto udara memperlihatkan kampung Suku Yanomami di pedalaman hutan Amazon. Kampung mereka terlihat unik. Berbentuk lingkaran dan dikelilingi oleh rumah-rumah beratap jerami kotak yang disebut dengan yano.
Setiap rumah diyakini sebagai tempat tinggal bagi keluarga-keluarga berbeda. Dimana mereka bisa tidur, membuat api unggun, dan menyimpan makanan bersama.
Wilayah Suku Yanomami menempati area seluas 9,6 juta hektare dan secara resmi dilindungi oleh Pemerintah Brasil. Mereka umumnya berdiam di wilayah utara Brasil yang berbatasan dengan Venezuela.
Suku Yanomami sangat terisolasi meski beberapa di antaranya telah melakukan kontak dengan dunia luar. Secara keseluruhan, populasi mereka sekitar 35.000 orang. Mereka hidup dengan mencari makan dan berburu dari hutan di sekitarnya.
Mereka menggunakan 500 jenis tanaman untuk berbagai keperluan dan pengetahuan yang berkembang selama ribuan tahun. Survival International, sebuah LSM yang memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, menggambarkan pengetahuan tentang tanaman sebagai sesuatu yang tak tergantikan.
Namun, diperkirakan sebanyak 100 orang Suku Yanomami yang terlihat pada beberapa foto udara terancam dimusnahkan oleh penambang emas ilegal yang mendekati tanah mereka.
Orang asing, terutama pelaku kriminal membawa ancaman kekerasan, kerusakan lingkungan dan penyakit terhadap masyarakat lokal yang tak punya ilmu kekebalan tubuh.
Suku Yanomami ketakutan dan memanah pesawat...
© Dream
Menurut mantan anggota Suku Yanomami yang sekarang menjadi aktivis dan dukun, Davi Kopenawa, para penambang liar seperti 'rayap'. Mereka terus datang kembali dan mereka seolah tidak meninggalkan kami dalam damai.
" Tempat di mana orang Indian terasing hidup, mencari ikan, berburu dan bercocok tanam harus dilindungi. Seluruh dunia harus tahu bahwa mereka ada di hutan dan bahwa pihak berwenang harus menghormati hak mereka untuk hidup di sana," kata Kopenawa.
Dalam budaya Yanomami, seorang dukun bertindak memimpin upacara spiritual, di mana mereka menghirup yakoana, sejenis tembakau yang bersifat menimbulkan halusinasi.
Survival International menentang segala kemungkinan masyarakat adat Yanomami melakukan kontak dengan dunia luar.
Kelompok LSM itu mengatakan masyarakat adat Yanomami melepaskan anak panah kepada pesawat yang lewat di atas kampung mereka, melarikan diri jika bertemu orang asing dan menghindari anggota suku mereka sendiri yang pernah berhubungan dengan dunia luar.
Mereka berpendapat bahwa masyarakat adat Yanomami sendiri yang seharusnya memulai kontak dengan dunia luar.
Penambang Liar tega membantai 16 masyarakat adat...
© Dream
Namun, sekitar 1.000 penambang emas liar sekarang hanya berjarak sekitar 35 kilometer dari perkampungan masyarakat Suku Yanomami. Foto-foto yang beredar saat ini diambil pemerintah untuk menyelidiki berapa banyak penambang liar di sekitar perkampungan Suku Yanomami. Lokasi tepatnya dirahasiakan untuk melindungi mereka.
Kontak sebelumnya antara pihak luar dan Suku Yanomami telah mengakibatkan pertumpahan darah. Pada tahun 1993, setahun setelah wilayah Yanomami secara resmi diakui, 16 masyarakat adat dan termasuk bayi dibunuh di desa Haximú oleh penambang liar.
Ada banyak insiden lain di mana penduduk asli diserang oleh penambang liar. Kegiatan pertambangan mereka juga telah menyebabkan tingkat keracunan merkuri yang tinggi di antara penduduk Suku Yanomami dan Suku Yekuana di Amazon.
" Foto-foto yang luar biasa itu adalah bukti lebih lanjut dari keberadaan suku-suku yang masih terasing. Mereka tidak liar tetapi masyarakat yang kompleks dan kontemporer yang hak-haknya harus dihormati.
" Sudah jelas bahwa mereka sangat mampu hidup tanpa perlu pengajaran dari luar tentang 'kemajuan' dan 'pembangunan'," kata Stephen Corry, Direktur Survival International.
(Sumber: Independen.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya