Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kisah Pilu Suku Terasing di Amazon yang Terancam Punah

Reporter : Ratih Wulan
Rabu, 23 November 2016 08:43
Kisah Pilu Suku Terasing di Amazon yang Terancam Punah
Tak hanya terisolasi, suku Yanomami juga terancam karena dibunuh oleh para penambang liar yang masuk ke pedalaman hutan Amazon.

Dream - Suku Yanomami di pedalaman hutan Amazon merupakan salah satu kelompok masyarakat asli terbesar yang terisolasi di Benua Amerika. Namun sekarang, keberadaan mereka terancam oleh kehadiran para penambang emas liar.

Beberapa foto udara memperlihatkan kampung Suku Yanomami di pedalaman hutan Amazon. Kampung mereka terlihat unik. Berbentuk lingkaran dan dikelilingi oleh rumah-rumah beratap jerami kotak yang disebut dengan yano.

Setiap rumah diyakini sebagai tempat tinggal bagi keluarga-keluarga berbeda. Dimana mereka bisa tidur, membuat api unggun, dan menyimpan makanan bersama.

Wilayah Suku Yanomami menempati area seluas 9,6 juta hektare dan secara resmi dilindungi oleh Pemerintah Brasil. Mereka umumnya berdiam di wilayah utara Brasil yang berbatasan dengan Venezuela.

Suku Yanomami sangat terisolasi meski beberapa di antaranya telah melakukan kontak dengan dunia luar. Secara keseluruhan, populasi mereka sekitar 35.000 orang. Mereka hidup dengan mencari makan dan berburu dari hutan di sekitarnya.

Mereka menggunakan 500 jenis tanaman untuk berbagai keperluan dan pengetahuan yang berkembang selama ribuan tahun. Survival International, sebuah LSM yang memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, menggambarkan pengetahuan tentang tanaman sebagai sesuatu yang tak tergantikan.

Namun, diperkirakan sebanyak 100 orang Suku Yanomami yang terlihat pada beberapa foto udara terancam dimusnahkan oleh penambang emas ilegal yang mendekati tanah mereka.

Orang asing, terutama pelaku kriminal membawa ancaman kekerasan, kerusakan lingkungan dan penyakit terhadap masyarakat  lokal yang tak punya ilmu kekebalan tubuh.

Suku Yanomami ketakutan dan memanah pesawat...

1 dari 2 halaman

Suku Yanomami Terdesak

Suku Yanomami Terdesak © Dream

Menurut mantan anggota Suku Yanomami yang sekarang menjadi aktivis dan dukun, Davi Kopenawa, para penambang liar seperti 'rayap'. Mereka terus datang kembali dan mereka seolah tidak meninggalkan kami dalam damai.

" Tempat di mana orang Indian terasing hidup, mencari ikan, berburu dan bercocok tanam harus dilindungi. Seluruh dunia harus tahu bahwa mereka ada di hutan dan bahwa pihak berwenang harus menghormati hak mereka untuk hidup di sana," kata Kopenawa.

Dalam budaya Yanomami, seorang dukun bertindak memimpin upacara spiritual, di mana mereka menghirup yakoana, sejenis tembakau yang bersifat menimbulkan halusinasi.

Survival International menentang segala kemungkinan masyarakat adat Yanomami melakukan kontak dengan dunia luar.

Kelompok LSM itu mengatakan masyarakat adat Yanomami melepaskan anak panah kepada pesawat yang lewat di atas kampung mereka, melarikan diri jika bertemu orang asing dan menghindari anggota suku mereka sendiri yang pernah berhubungan dengan dunia luar.

Mereka berpendapat bahwa masyarakat adat Yanomami sendiri yang seharusnya memulai kontak dengan dunia luar.

Penambang Liar tega membantai 16 masyarakat adat...

2 dari 2 halaman

Penambang Liar Membantai Suku Yanomami

Penambang Liar Membantai Suku Yanomami © Dream

Namun, sekitar 1.000 penambang emas liar sekarang hanya berjarak sekitar 35 kilometer dari perkampungan masyarakat Suku Yanomami. Foto-foto yang beredar saat ini diambil pemerintah untuk menyelidiki berapa banyak penambang liar di sekitar perkampungan Suku Yanomami. Lokasi tepatnya dirahasiakan untuk melindungi mereka.

Kontak sebelumnya antara pihak luar dan Suku Yanomami telah mengakibatkan pertumpahan darah. Pada tahun 1993, setahun setelah wilayah Yanomami secara resmi diakui, 16 masyarakat adat dan termasuk bayi dibunuh di desa Haximú oleh penambang liar.

Ada banyak insiden lain di mana penduduk asli diserang oleh penambang liar. Kegiatan pertambangan mereka juga telah menyebabkan tingkat keracunan merkuri yang tinggi di antara penduduk Suku Yanomami dan Suku Yekuana di Amazon.

" Foto-foto yang luar biasa itu adalah bukti lebih lanjut dari keberadaan suku-suku yang masih terasing. Mereka tidak liar tetapi masyarakat yang kompleks dan kontemporer yang hak-haknya harus dihormati.

" Sudah jelas bahwa mereka sangat mampu hidup tanpa perlu pengajaran dari luar tentang 'kemajuan' dan 'pembangunan'," kata Stephen Corry, Direktur Survival International.

 

(Sumber: Independen.co.uk)

Beri Komentar