Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Evakuasi Puing Pesawat Sriwijaya Air (Merdeka.com)
Dream - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah melakukan investigasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu. Dari pemeriksaan sementara, KNKT mendapatkan sejumlah data mengenai kondisi pesawat usai terjadi kecelakaan.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengatakan, data dihasilkan dari pemeriksaan terhadap serpihan pesawat yang dikumpulka KRI Rigel. Besaran wreckage didapati dengan luasan selebar 100 meter dan panjang sekitar 300-400 meter.
Kesimpulan sementara, Soerjanto menyebut pesawat diduga tidak meledak di udara. Badan pesawat hancur diduga setelah menabrak permukaan air.
" Luas sebaran ini konsisten dengan dugaan bahwa pesawat tidak mengalami ledakan sebelum menghantam air," ujar Soejanto, dikutip dari Merdeka.com.
KNKT juga menganalisis bagian pesawat yang diserahkan Basarnas yaitu turbin dan fan blade. Dua bagian pesawat tersebut mengalami kerusakan parah.
" Kerusakan pada fan blade menunjukkan kondisi mesin masih bekerja saat mengalami benturan. Hal ini sejalan dengan dugaan pesawat masih berfungsi pada ketinggian 250 kaki," kata dia.
Selain itu, KNKT juga menggunakan data dari AirNav dalam melakukan analisis. Data tersebut berupa percakapan pilot dengan menara pengatur lalu lintas udara sebelum kecelakaan terjadi.
Dari data tersebut, diketahui pesawat naik hingga ketinggian 10.900 kaki. Kemudian terus turun hingga 250 kaki.
" Mengindikasikan pesawat masih berfungsi dan mampu mengirim data. Kami menduga mesin masih hidup sebelum membentur air," kata Soejanto.
Sumber: Merdeka.com/Rifa Yusya Adilah.
Dream - Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) terus melakukan pencarian black box pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu. Sejak Minggu, KNKT menerjunkan thinker finder untuk menemukan black box tersebut.
" Mulai kemarin sore, kita sudah mengoperasikan thinker finder milik KNKT. Kita memiliki tiga alat tersebut," ujar Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta.
Soerjanto mengatakan, proses pencarian pada kemarin sore mengerahkan tim penyelam terpaksa dihentikan karena terkendala hujan deras. Pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, tim KNKT kembali turun ke lokasi untuk mempersempit area pencarian black box.
" Tadi malam sekitar jam 8 (20.00 WIB) teman-teman turun dengan perahu karet tapi tidak dengan penyelam untuk membikin istilahnya triangle untuk mempersempit area keberadaan black box," kata Soerjanto.
Triangle telah selesai dibuat. Soerjanto pun berharap black box dapat ditemukan hari ini. " Mudah-mudahan hari ini sudah kita temukan kedua black box," ucap dia.
Soerjanto menyatakan, KNKT bersama Basarnas akan mengoptimalkan pencarian black box. " Besok kita akan memberangkatkan kapal Baruna Jaya yang ada alat tambahan untuk menemukan black box," ucap dia.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya