KNKT: Sriwijaya Air SJ-182 Tak Meledak Sebelum Hantam Air

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 12 Januari 2021 13:30
KNKT: Sriwijaya Air SJ-182 Tak Meledak Sebelum Hantam Air
Dari hasil temuan sementara, KNKT menduga pesawat hancur setelah membentur permukaan air.

Dream - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah melakukan investigasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu. Dari pemeriksaan sementara, KNKT mendapatkan sejumlah data mengenai kondisi pesawat usai terjadi kecelakaan.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengatakan, data dihasilkan dari pemeriksaan terhadap serpihan pesawat yang dikumpulka KRI Rigel. Besaran wreckage didapati dengan luasan selebar 100 meter dan panjang sekitar 300-400 meter.

Kesimpulan sementara, Soerjanto menyebut pesawat diduga tidak meledak di udara. Badan pesawat hancur diduga setelah menabrak permukaan air.

" Luas sebaran ini konsisten dengan dugaan bahwa pesawat tidak mengalami ledakan sebelum menghantam air," ujar Soejanto, dikutip dari Merdeka.com.

 

1 dari 3 halaman

Diduga Mesin Masih Menyala

KNKT juga menganalisis bagian pesawat yang diserahkan Basarnas yaitu turbin dan fan blade. Dua bagian pesawat tersebut mengalami kerusakan parah.

" Kerusakan pada fan blade menunjukkan kondisi mesin masih bekerja saat mengalami benturan. Hal ini sejalan dengan dugaan pesawat masih berfungsi pada ketinggian 250 kaki," kata dia.

Selain itu, KNKT juga menggunakan data dari AirNav dalam melakukan analisis. Data tersebut berupa percakapan pilot dengan menara pengatur lalu lintas udara sebelum kecelakaan terjadi.

Dari data tersebut, diketahui pesawat naik hingga ketinggian 10.900 kaki. Kemudian terus turun hingga 250 kaki.

" Mengindikasikan pesawat masih berfungsi dan mampu mengirim data. Kami menduga mesin masih hidup sebelum membentur air," kata Soejanto.

Sumber: Merdeka.com/Rifa Yusya Adilah.

2 dari 3 halaman

KNKT Persempit Area Pencarian Black Box Sriwijaya Air SJ-182

Dream - Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) terus melakukan pencarian black box pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu. Sejak Minggu, KNKT menerjunkan thinker finder untuk menemukan black box tersebut.

" Mulai kemarin sore, kita sudah mengoperasikan thinker finder milik KNKT. Kita memiliki tiga alat tersebut," ujar Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta.

Soerjanto mengatakan, proses pencarian pada kemarin sore mengerahkan tim penyelam terpaksa dihentikan karena terkendala hujan deras. Pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, tim KNKT kembali turun ke lokasi untuk mempersempit area pencarian black box.

" Tadi malam sekitar jam 8 (20.00 WIB) teman-teman turun dengan perahu karet tapi tidak dengan penyelam untuk membikin istilahnya triangle untuk mempersempit area keberadaan black box," kata Soerjanto.

3 dari 3 halaman

Fokus Pada Pencarian Black Box

Triangle telah selesai dibuat. Soerjanto pun berharap black box dapat ditemukan hari ini. " Mudah-mudahan hari ini sudah kita temukan kedua black box," ucap dia.

Soerjanto menyatakan, KNKT bersama Basarnas akan mengoptimalkan pencarian black box. " Besok kita akan memberangkatkan kapal Baruna Jaya yang ada alat tambahan untuk menemukan black box," ucap dia.

Beri Komentar