Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Kondektur Kereta Membantu Seorang Ibu Melintasi Rel Kereta (Foto: World Of Buzz/Facebook)
Dream - Pekerja transportasi umum kerap tak mendapat perhatian lebih. Umumnya, orang hanya bertanya mengenai tujuan dan posisi bus atau kereta yang ingin ditumpangi.
Tapi, aksi para petugas kereta di Bangkok, Thailand, ini membuat warganet punya pandangan lain mengenai pekerja transportasi publik.
Dilaporkan World of Buzz, seorang kondektur kereta menggendong nenek yang ingin menyeberangi rel kereta. Dilaporkan, sang nenek berangkat dari Hat Yai ke Ratchaburi.
Kondektur kereta awalnya hanya memperhatikan sang nenek itu kesulitan turun dari kereta. Tapi, karena mulai khawatir keselamatan perempuan tua itu, sang kondektur mengambil langkah cepat.

Dia segera menawarkan jasanya. Dengan heroik kondektur itu mengangkat tubuh sang nenek. Menggendongnya, dari tangga, ke jalan setapak yang aman.
Seorang anggota staf layanan kereta api muda lainnya juga bergegas untuk membantu wanita tua itu untuk membantu mengangkut barang bawaannya ke peron.
Banyak netizen tersentuh pemandangan yang menghangatkan hati itu, memuji kondektur kereta atas kebaikan mereka, melampaui apa yang dituntut pekerjaan mereka dari mereka.
Beberapa bahkan menyebut mereka sebagai panutan bagi kaum muda masyarakat.
Dream - Kisah sedih dapat ditemukan di mana-mana. Diunggah akun Instagram @ndorobeii, ada kisah seorang lelaki penambal ban yang menggendong anaknya di sekitaran Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Rancaagong, Cianjur.
Lelaki tersebut tengah menggendong anaknya dengan kain agar tidak terjatuh.
" Berbekal kain, anaknya digendong bapak ini saat bekerja, bahkan sampai tertidur lelap," tulis akun @ndorobeii seperti diakses Dream, Senin, 18 November 2019.
Dilaporkan si pemilik akun, bapak tukang tambal ban itu membawa buah hatinya bekerja karena istrinya telah meninggal dunia tiga bulan lalu karena sakit.
" Di saat perhatian lebih dari seorang ibu, saat usianya beranjak besar, takdir berkata lain, ibunya meninggal," kata akun tersebut.
Dalam video itu terlihat, meski harus menggendong anak, bapak tersebut nampak tak kesulitan melakukan pekerjaan.
Warganet pun segera meminta akun @ndorobeii membuka donasi untuk membantu sang bapak penambal ban.
" Ndoro lekas open donasi, kasihan bapaknya, setidaknya bikin tempat kerjanya lebih bagus, biar anaknya juga bisa istirahat yang nyaman, bapaknya juga bisa istirahat dengan nyaman, gak tega beneran," tulis seorang warganet.
" Bersyukurlah kita semua dengan apa yang kita punya saat ini. Masih bisa makan enak, tidur di tempat yang empuk, masih bisa main sosmed. Bekerja di tempat yang layak. Jangan banyak mengeluh. Masih banyak yang lebih susah daripada kita. Semoga sehat selalu Bapak," tulis yang lain.
" Respect Pak beliau lebih milih kerja keras daripada meminta-minta. Aku yakin kelak anak Bapak akan memuliakan Bapak dan berhasil jadi orang sukses," kata yang lain.
Dream - Ada banyak cara untuk berbagi kebahagiaan. Sepasang pengantin di Singapura, Peng Cheng Yu dan Abraham Yeo mengundang para tunawisma ke acara pernikahannya.
Alih-alih memilih untuk pernikahan mewah dengan gaun pesta mewah di tempat bergengsi, pasangan ini memilih menggelar resepsi bergaya karnaval dengan sajian makanan prasmanan. Alasan pernikahan ini muncul karena mereka ingin berbagi rasa pada teman-teman gelandangan ini.

Para tunawisma tersebut merupakan teman-teman Abraham yang berasal dari program pelayanan untuk kaum tak berpunya.
Pada awalnya, ketika Abraham memberikan kartu undangan, para tunawisma ini ragu-ragu hadir. Alasannya, mereka merasa tak punya pakaian yang cocok untuk acara tersebut.
" Mereka merasa malu dan bagi kita yang tidak pernah kekurangan pakaian, kita tidak akan pernah mengerti perasaan itu," kata Abraham, dilaporkan World of Buzz, Jumat, 15 November 2019.
Pasangan itu ingin memberi mereka pakaian untuk pernikahan tetapi anggaran yang disiapkan sudah maksimal. Untungnya, seorang teman menawarkan akan mengajak belanja dan membayar pakaian para tunawisma.
Di pesta pernikahan, semua orang tampak begitu bahagia. Para tunawisma membaur. Teman-teman pasangan ini secara sukarela menjadi pekerja karnaval dan fotografer.
Cheng Yu juga menginginkan pernikahan sederhana ini. Dia sangat sadar anggaran. Dengan alasan itu, dia membeli gaun pengantin dari situs jual beli, bukan dari butik.
Abraham menceritakan, ide pernikahan ini muncul ketika menjalani pelayanan gereja ke Jepang. Di Negeri Sakura, dia melihat para gelandangan berjuang untuk mencari makan.
Dia sendiri memiliki anggaran yang ketat, tetapi dia ingin melakukan sesuatu untuk mereka. Untungnya saat itu, seorang pendeta memberinya segumpal roti. Ketika kembali ke Singapura, dia mendirikan pelayanan dan bertemu istrinya di salah satu kegiatan yang mereka selenggarakan
Sekarang, setelah pernikahan, mereka memilih Jepang sebagai tempat bulan madu. Lagi-lagi bukan tempat biasa yang dipilih. Mereka mengunjungi daerah kumuh dan gang-gang belakang.
Dream - Acara pernikahan tentunya identik dengan lagu-lagu romantis, namun pernikahan satu ini tampaknya ingin keluar dari stereotipe itu.
Bagaimana tidak, alih-alih memasang lagu bertema cinta, resepsi pernikahan ini malah memutar lagu beraliran metal!
Lagu yang diputar pada resepsi pernikahan Adam Schwartz dan Katherine P-G itu merupakan lagu populer dari band thrash metal Amerika Serikat, Slayer.
Melansir Metal Sucks, pada awalnya pesta berjalan normal seperti pada umumnya. Namun kemudian, pasangan ini menginginkan sesuatu yang " spesial" untuk mengakhiri pesta.
Saat itulah sang suami yang juga seorang metalhead minta kepada DJ untuk diputarkan lagu " Raining Blood" dari Slayer.
Terlihat dari rekaman video dimana para tamu yang awalnya kalem, mendadak moshing dan menjadi liar usai lagu diputar.
Bahkan, si pengantin wanita sampai terlempar keluar dari kerumunan karena terdorong-dorong. Ia pun terlihat sedikit shock.
Untungnya, nggak ada yang terluka dalam moshing dadakan ini. Pengantin dan tamu undangan pun kembali gembira dan tertawa bersama setelah melihat rekaman tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam