Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(www.bild.de)
Dream - Petra Pazsitka, seorang wanita yang semula dikira telah tewas dibunuh, ditemukan masih hidup dengan menggunakan nama palsu. Petra, yang sekarang telah berusia 55 tahun, tinggal di kota Dusseldorf, Jerman.
Selama 31 tahun, Petra dinyatakan telah tewas setelah diperkosa dan dibunuh. Keberadaan jasadnya tidak diketahui. Namun kini misteri pembunuhan puluhan tahun itu telah berakhir setelah korban muncul dalam keadaan hidup dan sehat.
Wanita yang pada masa mudanya pernah menjadi mahasiswi ilmu komputer itu menghilang dari rumahnya di Braunschweig tanpa jejak pada 1984. Dia secara resmi dinyatakan meninggal lima tahun kemudian. Saat itu usianya 24 tahun.
Meskipun tubuhnya tidak pernah ditemukan, kecurigaan diarahkan pada seorang pria yang sebelumnya mengaku memperkosa dan membunuh seorang gadis 14 tahun di Braunschweig. Namun pria itu kemudian mencabut pernyataannya itu.
Sejak Petra dinyatakan hilang, telah dilakukan pencarian secara terus-menerus selama 31 tahun. Namun tidak membuahkan hasil hingga polisi menerima laporan perampokan di Dusseldorf pada 11 September lalu.
Ketika tiba di rumah tempat perampokan terjadi, polisi malah menemukan Petra yang memakai nama samaran Nyonya Schneider. Petra yang sudah berusia 55 tahun memberitahu nama aslinya setelah diminta untuk identifikasi. Polisi yang memeriksanya sangat yakin dengan kisah luar biasa yang diceritakan Petra.
Joachim Grande, juru bicara Kepolisian Braunschweig, mengatakan wanita yang mengaku Petra ini hidup berpindah-pindah di beberapa kota di Jerman Barat selama tiga dekade terakhir, dengan menggunakan nama palsu dan tanpa dokumen resmi.
" Untuk motif kepergiannya, dia tidak memberikan penjelasan, dan secara tegas mengatakan bahwa dia tidak ingin berhubungan dengan masyarakat atau keluarganya," kata Grande.
Pada 26 Juli 1984, Petra meninggalkan flatnya di Braunschweig untuk ke toko, lalu ke dokter gigi, sebelum naik bus yang seharusnya dalam perjalanan ke rumah orangtuanya. Tapi dia tidak pernah tiba di rumah orangtuanya.
Kepada NBC News Grande mengatakan Petra sepertinya sangat hati-hati menyembunyikan identitas aslinya.
" Dia bahkan tidak memiliki rekening bank dan membayar semua tagihannya," katanya. " Ayahnya meninggal beberapa tahun yang lalu. Saudara dan ibu Petra syok dan menangis ketika mereka mendengar berita tentang dia."
Jaksa yakin Petra tidak bermaksud melakukan tindak pidana tapi dia sekarang secara resmi dinyatakan masih hidup dan masih terdaftar sebagai warga Jerman.
(Sumber: Independent.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya