Dulu Klaim Bebas Corona, Kini Korut Tutup Rapat Perbatasan

Reporter : Sugiono
Kamis, 9 Juli 2020 10:00
Dulu Klaim Bebas Corona, Kini Korut Tutup Rapat Perbatasan
Tindakan meremehkan Covid-19 akan mengarah pada 'krisis yang tak terbayangkan dan tidak dapat diperbaiki'.

Dream - Korea Utara akhirnya mengakui telah meningkatkan kontrol terhadap perbatasan sebagai tindakan pencegahan penularan virus corona.

Surat kabar pemerintah Korut, Minju Joson, pada Selasa lalu melaporkan bahwa pemimpin Kim Jong-un menyerukan agar bangsa itu memaksimalkan kewaspadaan terhadap Covid-19.

Dalam sebuah pertemuan, Kim Jong-un mendesak Korut tetap waspada terhadap penyakit ini. Dia menegaskan tindakan meremehkan Covid-19 akan mengarah pada 'krisis yang tak terbayangkan dan tidak dapat diperbaiki'.

1 dari 3 halaman

Minju Joson menambahkan, Korut sepenuhnya menutup perbatasan udara dan lautnya, dan terus memperkuat usaha untuk mencegah penularan virus corona ke negara itu.

" Kami membuat tindakan pencegahan preemptif untuk memperkuat pengawasan di perbatasan di sepanjang garis pantai," tulis surat kabar tersebut.

Korut segera menutup perbatasannya dengan dunia luar pada Januari lalu begitu para pemimpinnya sadar betapa parahnya dampak virus corona terhadap kehidupan rakyatnya.

2 dari 3 halaman

Laporan terakhir mengatakan Korut telah menutup rapat perbatasannya di utara yang berbatasan dengan China dan Rusia.

Surat kabar itu juga menyatakan bahwa Korut akan memberlakukan aturan ketat tentang sanitasi dan membakar barang apa pun yang masuk ke negara itu.

Hal ini dilakukan ketika Korut bersitegang dengan Korea Selatan yang merupakan negara tetangga sekaligus pesaingnya.

3 dari 3 halaman

Beberapa pekan lalu Kim Jong-un dilaporkan memerintahkan kantor penghubung dengan Korea Selatan untuk diledakkan.

Aksi Kim Jong-un dipicu kemarahan setelah kelompok pembelot di Selatan secara sengaja menerbangkan selebaran propaganda anti-Pyongyang ke Utara.

Menurut Pyongyang, kejadian ini melanggar kesepakatan antara kedua Korea yang bertujuan mencegah konfrontasi militer.

Sumber: DailyStar

Beri Komentar