Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Korea Utara-Korea Selatan (Shutterstock)
Dream - Korea Utara akhirnya mengakui telah meningkatkan kontrol terhadap perbatasan sebagai tindakan pencegahan penularan virus corona.
Surat kabar pemerintah Korut, Minju Joson, pada Selasa lalu melaporkan bahwa pemimpin Kim Jong-un menyerukan agar bangsa itu memaksimalkan kewaspadaan terhadap Covid-19.
Dalam sebuah pertemuan, Kim Jong-un mendesak Korut tetap waspada terhadap penyakit ini. Dia menegaskan tindakan meremehkan Covid-19 akan mengarah pada 'krisis yang tak terbayangkan dan tidak dapat diperbaiki'.
Minju Joson menambahkan, Korut sepenuhnya menutup perbatasan udara dan lautnya, dan terus memperkuat usaha untuk mencegah penularan virus corona ke negara itu.
" Kami membuat tindakan pencegahan preemptif untuk memperkuat pengawasan di perbatasan di sepanjang garis pantai," tulis surat kabar tersebut.
Korut segera menutup perbatasannya dengan dunia luar pada Januari lalu begitu para pemimpinnya sadar betapa parahnya dampak virus corona terhadap kehidupan rakyatnya.
Laporan terakhir mengatakan Korut telah menutup rapat perbatasannya di utara yang berbatasan dengan China dan Rusia.
Surat kabar itu juga menyatakan bahwa Korut akan memberlakukan aturan ketat tentang sanitasi dan membakar barang apa pun yang masuk ke negara itu.
Hal ini dilakukan ketika Korut bersitegang dengan Korea Selatan yang merupakan negara tetangga sekaligus pesaingnya.
Beberapa pekan lalu Kim Jong-un dilaporkan memerintahkan kantor penghubung dengan Korea Selatan untuk diledakkan.
Aksi Kim Jong-un dipicu kemarahan setelah kelompok pembelot di Selatan secara sengaja menerbangkan selebaran propaganda anti-Pyongyang ke Utara.
Menurut Pyongyang, kejadian ini melanggar kesepakatan antara kedua Korea yang bertujuan mencegah konfrontasi militer.
Sumber: DailyStar
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

