Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kota Kuno Hasankeyf (Foto: Pascal Mannaerts)
Dream - Sebuah kota kuno Turki di sepanjang perbatasan Suriah berada di ambang kehancuran. Bukan karena perang atau kekerasan sektarian seperti yang di Irak.
Kota kuno Hasankeyf terselip di sepanjang tepi Sungai Tigris. Daerah ini penuh dengan sejarah, mulai dari gua neolitik, reruntuhan Romawi hingga monumen abad pertengahan.
Namun sisa-sisa berharga dari sejarah Mesopotamia ini dipastikan akan hilang setelah sebuah bendungan baru yang sangat besar dibangun di atas kota itu.
Sebanyak 25.000 hingga 78.000 warga, mayoritas dari mereka adalah orang Kurdi, tinggal di wilayah ini dan akan dipindahkan begitu Bendungan Ilisu dibangun. Tidak jelas kapan tepatnya daerah tersebut akan diairi. Namun struktur bendungan baru tersebut telah mencapai lebih dari 80 persen.
Banyak yang mengatakan kota berusia 12.000 tahun itu memenuhi semua kriteria untuk dianggap sebagai sebuah situs Warisan Dunia UNESCO. Tapi Turki belum juga secara resmi mengajukan status tersebut.
Tahun lalu, fotografer Belgia Pascal Mannaerts mendokumentasikan apa yang bisa menjadi hari-hari terakhir dari kota kuno yang terletak di Provinsi Batman, Turki, ini.
Perekonomian Kota Hasankeyf memang menyedihkan akibat perang saudara tiga dekade antara pasukan gerilya Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan negara Turki.
Di masa lalu, banyak restoran, toko-toko suvenir dan hotel kecil yang terbuka untuk wisatawan. Namun pada tahun 2010, pemerintah Turki secara permanen menutup banyak monumen dan reruntuhan kuno serta gua neolitik setelah seorang turis tewas tertimpa batu.
Sebagian besar penduduk Hasankeyf saat ini adalah Kurdi. Namun ada juga penduduk Asyur atau Asiria dan keluarga Kristen Arab yang dulu tinggal di rumah gua dekat sungai.
Banyak dari keluarga-keluarga ini pindah ke Perancis, Jerman dan Swiss karena konflik pemerintah Turki dengan PKK meningkat pada 1980-an.
(Sumber: huffingtonpost.com)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari