Kota Tua Berusia 12.000 Tahun Sedang Sekarat, Segera Tenggelam

Reporter : Puri Yuanita
Rabu, 14 September 2016 11:02
Kota Tua Berusia 12.000 Tahun Sedang Sekarat, Segera Tenggelam
Kota ini penuh dengan sejarah, mulai dari gua neolitik, reruntuhan Romawi hingga monumen abad pertengahan.

Dream - Sebuah kota kuno Turki di sepanjang perbatasan Suriah berada di ambang kehancuran. Bukan karena perang atau kekerasan sektarian seperti yang di Irak.

Kota kuno Hasankeyf terselip di sepanjang tepi Sungai Tigris. Daerah ini penuh dengan sejarah, mulai dari gua neolitik, reruntuhan Romawi hingga monumen abad pertengahan.

Namun sisa-sisa berharga dari sejarah Mesopotamia ini dipastikan akan hilang setelah sebuah bendungan baru yang sangat besar dibangun di atas kota itu.

Sebanyak 25.000 hingga 78.000 warga, mayoritas dari mereka adalah orang Kurdi, tinggal di wilayah ini dan akan dipindahkan begitu Bendungan Ilisu dibangun. Tidak jelas kapan tepatnya daerah tersebut akan diairi. Namun struktur bendungan baru tersebut telah mencapai lebih dari 80 persen.

Banyak yang mengatakan kota berusia 12.000 tahun itu memenuhi semua kriteria untuk dianggap sebagai sebuah situs Warisan Dunia UNESCO. Tapi Turki belum juga secara resmi mengajukan status tersebut.

Tahun lalu, fotografer Belgia Pascal Mannaerts mendokumentasikan apa yang bisa menjadi hari-hari terakhir dari kota kuno yang terletak di Provinsi Batman, Turki, ini.

Perekonomian Kota Hasankeyf memang menyedihkan akibat perang saudara tiga dekade antara pasukan gerilya Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan negara Turki.

Di masa lalu, banyak restoran, toko-toko suvenir dan hotel kecil yang terbuka untuk wisatawan. Namun pada tahun 2010, pemerintah Turki secara permanen menutup banyak monumen dan reruntuhan kuno serta gua neolitik setelah seorang turis tewas tertimpa batu.

Sebagian besar penduduk Hasankeyf saat ini adalah Kurdi. Namun ada juga penduduk Asyur atau Asiria dan keluarga Kristen Arab yang dulu tinggal di rumah gua dekat sungai.

Banyak dari keluarga-keluarga ini pindah ke Perancis, Jerman dan Swiss karena konflik pemerintah Turki dengan PKK meningkat pada 1980-an.

(Sumber: huffingtonpost.com)

Beri Komentar