Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
(Foto: Shutterstock)
Dream – Kabar duka datang dari perusahaan konstruksi pelat merah, PT Istaka Karya (Persero). Sebanyak 31 pekerjanya dibunuh oleh kelompok bersenjata tak dikenal di Papua.
Pembunuhan puluha pegawai ini dikabarkan terjadi ketika para pekerja sedang membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.
" Sebanyak 31 orang meninggal dunia," ujar Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Papua, AKBP Suryadi Diaz kepada Jawa Pos.com, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 4 Desember 2018.
Diaz menceritakan kejadian sadis ini dilaporkan masyarakat pada Senin 3 Desember 2018 pukul 15.30 Waktu Indonesia Timur (WIT). Pembunuhan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya tersebut terjadi pada Minggu, 2 Desember 2018 lalu.
" Didapati 31 orang ditemukan tewas," ungkapnya.
Sebanyak 24 pekerja dilaporkan dibunuh pada hari pertama. Sementara 8 orang yang sempat menyelamatkan diri di rumah anggota DPRD dijemput dan dibunuh.
Diaz mengatakan ada satu orang dari 8 orang yang menyelamatkan diri itu belum ditemukan atau berhasil melarikan diri.
Diaz mengatakan kejadian ini bermula pada Sabtu, 1 Desember 2018 sekitar pukul 20.30 WIT saat Project Manager Istika Karya, Cahyo, mendapat telepon dari nomor yang biasa dipegang oleh Koordinator Lapangan, Jhoni.
Jhoni adalah orang yang memegang pengerjaan proyek pembangunan jembatan Habema-Mugi.
Namun di sambungan telepon itu, Cahyo tidak paham dengan maksud pembicaraan dari balik ponsel Jhoni.
Di tempat lain, PPK Satker PJN IV PU Binamarga wilayah Habema-Kenyam, Monang Tobing, mengaku sempat berkomunikasi melalui SMS dengan Jhoni pada 30 November 2018.
Informasi dari pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena mengungkapkan jika pada 30 November 2018 pukul 04.00 WIT tercatat 1 mobil Strada bermuatan BBM Solar milik PT Istaka Karya menuju Camp Istaka Karya di Distrik Yigi.
Dikemudikan MS, mobil tersebut juga membawa 5 orang pegawai dan tiba kembali di Wamena pada pukul 18.30 WIT.
Selanjutnya pada 1 Desember pukul 02.00 WIT, tercatat 2 mobil menuju ke Camp Distrik Yigi dengan masing-masing membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya. Kemudian pada 2 Desember, pukul 20.00 WIT 1 mobil Strada kembali ke Wamena dan berangkat lagi ke Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua.
Dari informasi yang didapat, 1 mobil Strada yang membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya sampai saat ini belum kembali ke Wamena.
Mendapat informasi tersebut, personil gabungan Polri dan TNI yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP R.L. Tahapary langsung bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga.
Saat tiba di kilometer 46, tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Bua dan menyampaikan agar tim segera balik arah karena jalan diblokir oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Personil gabungan TNI/Polri langsung diterjunkan untuk mengecek informasi tersebut.
Setelah pembunuhan dan penembakan terhadap 31 pekerja Istaka Karya, situasi di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, masih dalam kondisi mencekam.
Kapendam Cendrawasih, Kolonel Infanteri Muhammad Aidi, mengatakan, para korban bahkan belum bisa dievakuasi dari lokasi penembakan di proyek pembangunan Jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak.
“ Korban belum bisa dievakuasi,” kata Aidi kepada Liputan6.com.
Dia menegaskan aparat kepolisian sudah bergerak ke lokasi penembakan dan terus memburu pelakunya.
Sebagai informasi, untuk bisa ke lokasi perlu waktu 12 jam dari Wamena.
“ Kamis sudah bergerak, tapi belum ada laporan dari dalam, untuk mekanisme gerakan sebaiknya tidak usah dipublikasikan,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Ahmad Ibo, Jawa Pos)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam