Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
AM Fatwa Meninggal Dunia Kamis, 14 Desember 2017
Dream - Andi Mappetahang Fatwa atau akrab disapa AM Fatwa meninggal dunia di Rumah Sakit MMC, Jakarta, Kamis, 14 Desember 2017, pukul 06.25 WIB.
Semasa hidupnya, pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 12 Februari 1939 itu dikenal sebagai aktivis.
Dunia pergerakan dijalani sejak berkuliah di IAIN Jakarta pada 1957. Saat itu Fatwa terpilih menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Ciputat.
Berniat mengkritik kebijakan Menteri Agama kala itu, Fatwa justru diciduk intel karena dianggap merongrong kewibawaan Bung Karno. Fatwa dituduh dan dijerat Undang-undang 11/1963 atau Undang-undang Subversi.
Fatwa diamankan di Markas Besar Angkatan Kepolisian (Mabak), yang kini Mapolda Metro Jaya. Dari situ, dia dipindahkan di Sukabumi, Jawa Barat.
Selama interogasi, Fatwa mengaku tak mendapat penyiksaan fisik. "Hanya dibakar kumis saya, oleh seorang komisaris Polisi," kata Fatwa kepada tim Merdeka.com, Maret 2017.
Bergesernya rezim tak membuat kritik Fatwa terhenti. Dari situ pula ancaman dan kekerasan secara fisik kerap dia alami.
"Saya pernah diclurit, saya sedang menyetir mobil, yang disasar leher saya tapi kena bibir, mandi darah saya," ucap Fatwa.
Di lain waktu, dia pernah menjadi korban serangan intel. Dari serangan itu gegar otak dia dapat.
Selama Orde Baru, Fatwa tergabung dalam kelompok Petisi 50. Bersama Ali Sadikin, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Nasution, mantan Kapolri Hoegeng Imam Santoso, Mohammad Natsir, Fatwa menolak penggunaan Pancasila "sebagai alat untuk mengancam musuh politik Soeharto."
Dari penolakan itu, Fatwa sempat divonis penjara 18 tahun. Tapi, hukuman itu hanya efektif dijalani 12 tahun.
Karena catatan hukum yang kerap tidak adil kepadanya, Fatwa sempat dianggap anak asuh Amnesti Internasional. Anggota kongres Amerika Serikat mendesak Presiden George Bush memperhatikan nasib Fatwa, dan HR Dharsono, secara khusus.
(Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
