Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Puasa Asyura merupakan amalan sunah yang dianjurkan.
Dream - Malam ini sudah masuk tanggal 10 Muharram 1439 Hijriah. Umat Islam mengenal hari tersebut sebagai Asyura.
Terdapat amalan sunah yang dianjurkan di hari kesepuluh Muharram yaitu puasa Asyura. Puasa ini dijalankan dengan prosesi yang sama dengan puasa kebanyakan dengan melafalkan niat, makan sahur, lalu menahan diri dari segala yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Dikutip dari rubrik Ubudiyah Nahdlatul Ulama, Sebelum melaksanakan puasa Asyura, para ulama menganjurkan untuk melafalkan niat seperti di bawah ini.

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatil asyura lillahi ta'ala.
Artinya:
"Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT."
Niat ini tidak diwajibkan dilafalkan pada malam hari sebelum puasa. Kewajiban melafalkan niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib yaitu Ramadan.
Sehingga, jika seseorang di pagi hari ingin berpuasa Asyura, dia dibolehkan melafalkan niat di atas. Syaratnya, orang yang bersangkutan belum makan, minum, atau melakukan perbuatan pembatal puasa sejak dia bangun tidur.