Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bertepatan dengan peringatan 95 tahun ibu negara pertama Indonesia, Fatmawati Soekarno, lebih dari 1.500 kader PDI Perjuangan Kota Madiun berdoa dan mengirimkan al-Fatihah bersama-sama di sela-sela acara Rapat Kerja PDIP Madiun Raya, Senin 5 Februari 2019
Doa dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Madiun, KH Sutoyo.
" Marilah kita kirim Al-Fatihah untuk almarhumah Ibu Fatmawati," ajak Sutoyo kepada forum yang juga dihadiri Calon Wakil Gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno, cucu Fatmawati.
Forum pun senyap. Semua khusyuk mendoakan Fatmawati. Di depan forum, karena mengenang berbagai kenangan yang lekat terhadap neneknya, Puti tak kuasa menahan perasaan. Dia menangis.
" Seolah-olah beliau hadir di sini. Maaf kalau saya menjadi emosional. Dulu kami kerap menghabiskan waktu bersama," katanya.
Istri Bung Karno itu dikenal sebagai tokoh penting di balik Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Berkat Fatmawati, telah dijahit dua kain merah dan putih, disatukan menjadi bendera Merah Putih. Bendera itulah yang dikibarkan saat proklamasi kemerdekaan, dan sampai sekarang masih disimpan rapi sebagai Bendera Pusaka.
" Ketika itu, Ibu Fat mengandung ayah saya, Guntur Soekarno (putera sulung Bung Karno). Karena mendampingi Bung Karno dalam pergerakan, dan karena jiwa progresif beliau sebagai perempuan, dua lembar kain merah dan putih itu dijahit tangan, disatukan, menjadi Bendera Merah Putih," ujar Puti dengan suara bergetar.
Dari neneknya semasa hidup, Puti mendapatkan banyak cerita seputar peristiwa itu.
" Ibu Fat menceritakan, insya Allah, bendera ini akan dikibarkan ketika suamiku, Bung Karno, memproklamirkan kemerdekaan," kenang Puti.
Fatmawati lahir dari suami istri, Hasan Din dan Siti Chadijah. Hasan Din adalah tokoh Muhammadiyah di Bengkulu. Fatmawati sendiri banyak disebut pernah aktif di Nasyiatul Aisyiyah, organisasi perempuan Muhammadiyah.
" Saya diajari ngaji oleh beliau. Suaranya merdu sekali saat melantunkan ayat suci Alquran," kata Puti tentang neneknya.
Puti Soekarno juga merenungkan kisah dengan Fatmawati itu dengan penugasan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menjadi Cawagub Jatim, mendampingi Gus Ipul dari Nahdlatul Ulama (NU).
" Tugasmu tidak main-main, yaitu merajut Merah Putih. Agar dari Jawa Timur bisa dirajut Merah Putih untuk Indonesia. Inilah tugas kebangsaan bagi kita bersama," kata Megawati, ditirukan Puti.
(Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya