Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi.
Dream - Petugas haji Indonesia, Yazid Fakhri, membuat gempar jemaah Masjid Khadijah Al Atha, Jeddah, Arab Saudi. Pada Sabtu 16 September, suara merdu Yazid, yang merupakan anggota Majelis Hakim MTQ Kalimantan Tengah seolah membius jemaah yang akan melaksanakan shalat jemaah masjid yang berlokasi di jalan Malik Fahad Hayya Linjahah itu.
Menjelang sholat Magrib, Yazid sudah berada di dalam masjid bersama para jemaah lain. Namun setelah ditunggu beberapa saat, muazin resmi masjid tersebut tidak kunjung tiba. Yazid meminta izin kepada pengurus masjid untuk menjadi muazin dadakan.
Sambil terlihat agak ragu, akhirnya Imam masjid mempersilakan Yazid azan. Yazid pun benar-benar menjadi muazin maghrib. Dia memilih irama azan Indonesia, bukan yang biasa dilantunkan muazin Arab Saudi.
"Beberapa saat saya sedikit heran kenapa tadi ramai orang sekarang seperti tidak ada orang. Jangan-jangan orang pada keluar, tapi saya dengar ada suara orang batuk agak jauh da nada yang menjawab lafal azan saya," kisah Yazid, sebagaimana dikutip laman haji.kemenag.go.id.
"Sampai selesai azan, saya jadi bingung yang tadinya sunyi tiba-tiba jadi ramai orang berucap subhanallah, masya Allah sambung menyambung sambil memeluk dan menciumi saya dan bilang antum azan thayyib," tambah Yazid.
Yazid diminta menunggu Imam Masjid usai sholat Maghrib. Ternyata dia ditawari menjadi muazin resmi masjid tersebut. Bahkan yazid diminta tetap tinggal di Jeddah setelah musim haji untuk membantu mengelola masjid.
Namun Yazid tak bisa berlama-lama di masjid karena terikat dengan tugas. Sebelum kembali ke hotel, pengurus masjid mencatat nomor telepon Yazid. Esok harinya dia dijemput di hotel untuk diajak berjalan-jalan di Jeddah bersama Saeed.
Ternyata Saeed diperintahkan oleh Imam Masjid untuk mengajak Yazid ke toko pakaian Arab. Di sana Yazid dibelikan tiga stel pakaian Arab sebagai hadiah.
"Sambil masih bingung saya terima sambil mengucap syukur bukan besar atau kecilnya hadiah itu tapi bagaimana mereka memberi penghargaan kepada saya. Air mata saya pun tidak terasa mengalir subhanallah walhamdulillah Allahu Akbar," tutur Yazid sambil berkaca-kaca.
Sore hari Senin itu Yazid ke masjid dengan baju top syurban serba baru hadiah dari Imam melalui Saeed. Dia diminta syech Saeed azan magrib kemudian Saeed yang mengumandangkan iqamah dan langsung menjadi imam.
"Setelah selesai sholat saya buru-buru mau balik hotel tapi saya ditahan dan kami bertukar no HP kata beliau untuk silaturrahim. Kata beliau maukah tinggal di Jeddah saya bilang Insyaa Allah jika ada izin Allah SWT," tutur Yazid.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?