Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Harimau Siberia Mengalami Obesitas Di China (metro.co.uk)
Dream - Jika Kebun Binatang Bandung pernah disorot dunia lantaran beruang madu yang kelaparan, beda lagi dengan taman satwa di China ini. Kebun binatang di Tirai Bambu itu malah panen kritikan karena harimau kegemukan.
Serangkaian foto memperlihatkan sekumpulan macan kegemukan terlihat sakit di Siberiaan Tiger Park di Kota Harbin. Hewan-hewan buas itu dilaporkan mendapatkan jatah makan kelewat banyak sehingga badannya mengalami kegemukan.
Aktivis perlindungan hewan mengaku geram ketika melihat kondisi harimau-harimau 'gendut` itu. Masalahnya, di alam liar, harimau Siberia dikenal sebagai hewan yang sangat cepat dan gesit.

Sementara di taman satwa itu harimau Siberia terlihat lesu dan lebih banyak duduk-duduk. Akibatnya, banyak orang sangat khawatir tentang keadaan kucing-kucing jumbo yang kegemukan itu.
Tetapi, petugas taman mengklaim tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Mereka menyatakan, harimau menjadi lebih gemuk adalah hal yang wajar selama musim dingin.
Kelebihan berat badan, mereka mengklaim, biasanya akan berkurang seiring datangnya musim semi.
Tetapi Born Free Foundation, salah satu organisasi perlindungan hewan terkemuka di dunia, sangat tidak setuju.

" Harimau-harimau itu terlihat sangat gemuk. Itu indikasi bahwa diet mereka tidak tepat dan tidak wajar. Mereka seperti tidak punya kesempatan bergerak dan berperilaku secara alami.
" Dalam pandangan saya, itu tidak lucu. Hewan-hewan ini sakit," kata Will Travers OBE, Presiden Born Free Foundation, kepada Metro.co.uk.
Harbin Tiger Park pernah membuat kontroversi di masa lalu soal praktik pemberian makanan kepada koleksi harimaunya.

Menurut salah satu artikel sebelumnya yang ditulis oleh Jarryd Salem untuk news.com.au, pengunjung bisa dengan bebas memberi makan harimau dengan sepotong daging sapi.
Pemberian makan oleh pengunjung seringkali malah menyiksa harimau untuk mengambilnya. Ini karena daging-daging itu di luar jangkauan mereka.
Wisatawan juga dapat membeli ayam hidup untuk dimasukkan melalui sebuah lubang sebagai makanan harimau. Banyak yang menduga cara ini mungkin menjadi salah satu penyebab harimau-harimau itu mengalami obesitas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya