Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: New York Post
Dream - Koran The New York Post mencatatkan hari bersejarah. Senin, 13 Agustus 2018 kemarin, seluruh eksemplar media cetak New York itu habis hanya dalam waktu 3 jam saja.
Penyebabnya tak lain karena Supreme memesang logo persegi merah yang menjadi ciri khasnya di halaman depan Koran The New York Post.
Tak ayal para kolektor pernak-pernik Supreme pun langsung memburunya. Kisah perburuan hasil kolaborasi surat kabar dengan streetwear itu disampaikan The New York Post di situs mereka.

Seorang penjaja koran di di 41st Street, New York, bernama Sheikh Ali mengaku koran The New York Post yang ia jual habis diborong oleh seorang pemuda.
" Ada seorang pemuda yang membeli seluruh Koran The New York Post di toko saya," kata Ali.
Ia menuruti permintaan pemuda itu dengan menyerahkan 50 eksemplar.
" Dia meminta lebih banyak namun hanya itu yang saya punya," pungkasnya.
Dream - Melansir The New York Post, biasanya koran mulai diperjual belikan pukul enam pagi dengan harga USD 1 atau sekitar Rp 14.000.
Namun khusus edisi Supreme koran milik Ruppert Murdoch itu menyebutkan, seluruh persediaan habis pada pukul 7.30 pagi.
Selang satu jam, beredar penjual tangan kedua (reseller) yang menjajakannya di situs jual beli Grailed seharga USD 10-12.
Esoknya, sebagian penjual menaikkan harganya menjadi USD 100 di situs jual beli ebay!

Kejadian ini mungkin yang pertama bagi pihak The New York Post. Namun, bagi Supreme, hal ini sudah lazim terjadi.
Merek streetwear milik James Jebbia ini memang kerap berkolaborasi dengan berbagai barang unik dengan harga jual yang fantastis.
Kolaborasi terbesar yang pernah dilakukan Supreme terjadi pada 2017 ketika mereka merilis koleksi bersama rumah busana mewah Louis Vuitton. Mereka bahkan merilis peti mati yang diharga USD 69.000 (sekitar Rp 966.000.000 dengan nilai USD 1 = Rp 14.000).
Luar biasa bukan!
(ism, Sumber: The New York Post)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya