5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Pesawat Delta Airlines (alarabiya.net)
Dream - Maskapai Amerika Serikat, Delta Airlines membuat kebijakan baru dengan memberikan kompensasi sebesar US$10 ribu, setara Rp132 juta. Kompensasi ini diberikan kepada penumpang yang rela memberikan kursi untuk staf maskapai.
Kebijakan ini dikeluarkan menyusul insiden pengusiran paksa seorang penumpang United Airlines, David Dao. Penumpang itu diseret dari kursi yang dia beli agar dapat diduduki staf maskapai tersebut.
Kebijakan tersebut tertuang dalam memo yang beredar di kalangan internal. Dalam memo tersebut, Delta mewajibkan agen memberikan kompensasi sebesar US$2.000, setara Rp26 juta, naik dari jumlah sebelumnya sebesar US$800, setara Rp10 juta, seperti dilaporkan Associated Press.
Sementara pihak maskapai melalui supervisinya akan memberikan kompensasi sebesar US$9.950, setara dengan Rp131 juta. Jumlah ini naik dari sebelumnya hanya sekitar US$1.350, setara Rp17 juta.
Maskapai ini juga menjanjikan tidak akan ada lagi penumpang yang diminta memberikan kursi kepada staf saat seluruh kursi terjual. Jikapun hal ini terjadi, pihak staf akan menawarkan kompensasi tersebut.
Tetapi, pengamat penerbangan sipil Gary Leff mengatakan kebijakan ini hanya bentuk perlindungan diri maskapai. Dengan begitu, kata dia, maskapai seolah ingin mengatakan 'Kami sudah menyelesaikan masalah."
Pekan lalu, kasus yang dialami Dao menyita perhatian publik. Video Dao diseret oleh petugas keamanan dari pesawat milik United Airlines, viral di media sosial.
Hal itu membuat CEO United Airlines, Oscar Munoz, meminta maaf. Bahkan, maskapai ini sampai mengembalikan uang tiket bagi penumpang di pesawat yang sama dengan Dao sebagai permintaan maaf.
Tetapi, upaya tersebut tidak meluluhkan niat Dao untuk membawa kasus kekerasan yang dia alami ke pengadilan.
(Sumber: alarabiya.net | AP)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil