Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
© Pexels.com/Kampus Production
DREAM.CO.ID - Ketika hidup tiba-tiba berubah, hal sederhana seperti bangun tidur pada jam yang sama, makan secara teratur, atau menyelesaikan pekerjaan rumah dapat terasa tidak penting. Seseorang yang kehilangan pekerjaan, sedang menghadapi persoalan pribadi, atau harus merawat anggota keluarga mungkin justru kehilangan pola hidup yang sebelumnya membuat hari terasa teratur. Kondisi tanpa jadwal yang jelas ternyata dapat menambah beban psikologis.
Dilansir dari Verywell Mind, diketahui bahwa rutinitas dapat membantu seseorang menghadapi masa penuh tekanan dengan memberikan struktur, rasa normal, dan kendali terhadap hal-hal yang masih bisa diatur. Penelitian juga menunjukkan bahwa rutinitas dapat membantu mengelola stres dan kecemasan, sekaligus membuat seseorang lebih fokus dan produktif.
Ketika Hari Kehilangan Rutinitasnya
Tanpa rutinitas, seseorang memiliki lebih sedikit aktivitas yang perlu dipikirkan. Sekilas kondisi tersebut terdengar menyenangkan, tetapi justru dapat membuat pikiran semakin terpaku pada persoalan yang sedang dihadapi.
Psikolog Rachel Goldman menjelaskan bahwa ketika seseorang tidak memiliki struktur dan hanya memiliki sedikit hal untuk dikerjakan, perhatian dapat semakin terpusat pada situasi yang membuat stres. Kondisi tersebut kemudian berpotensi meningkatkan kecemasan dan tekanan psikologis.
Karena itu, membangun kembali struktur sederhana dapat menjadi salah satu cara memutus siklus tersebut. Rutinitas tidak harus berarti jadwal yang sangat ketat. Yang terpenting adalah adanya pola yang cukup dapat diprediksi, misalnya menentukan waktu bangun, tidur, makan, bekerja, dan melakukan aktivitas tertentu.
Salah satu manfaat rutinitas adalah mengurangi energi mental yang dibutuhkan untuk memutuskan apa yang harus dilakukan setiap hari. Ketika aktivitas dasar seperti makan, tidur, membersihkan diri, atau menyelesaikan pekerjaan sudah menjadi kebiasaan, seseorang tidak perlu terus-menerus memikirkannya.
Penelitian yang dirangkum dalam sumber tersebut menyarankan agar seseorang terlebih dahulu memprioritaskan rutinitas dasar, seperti mengonsumsi makanan seimbang, tidur cukup, dan menjaga kebersihan diri. Setelah itu, aktivitas lain seperti olahraga, pekerjaan, belajar, bersosialisasi, dan hiburan dapat dimasukkan ke dalam jadwal.
Struktur tersebut juga dapat membantu seseorang menyisihkan waktu untuk kegiatan yang menyenangkan. Menonton acara favorit, menelepon teman, menjalankan hobi, atau berjalan kaki dapat menjadi bagian dari rutinitas, bukan aktivitas yang baru dilakukan jika semua pekerjaan sudah selesai.
Setiap orang memiliki kebutuhan berbeda dalam mengatur hari. Ada yang terbantu dengan jadwal rinci berdasarkan blok waktu, sementara orang lain justru lebih nyaman menggunakan daftar tugas yang fleksibel.
Untuk pekerjaan yang penting dan memiliki tenggat tertentu, menetapkan waktu khusus dapat membantu mencegah penundaan. Sebaliknya, tugas yang kurang menyenangkan juga sebaiknya dijadwalkan secara sengaja agar tidak terus-menerus ditunda.
Namun, rutinitas bukan berarti seseorang harus mematuhi jadwal tanpa pengecualian. Kondisi hidup dapat berubah dari hari ke hari, sehingga jadwal perlu disesuaikan dengan tingkat energi dan kebutuhan masing-masing.
Goldman menyarankan agar seseorang memperhatikan kapan dirinya mulai merasa lelah atau kehilangan motivasi. Pada waktu tersebut, tubuh dan pikiran mungkin membutuhkan jeda, seperti berjalan sebentar, menikmati makanan ringan, beristirahat, atau melakukan hobi.
Pada akhirnya, membangun rutinitas membutuhkan waktu dan latihan. Jadwal yang tidak berjalan sempurna bukan berarti gagal. Justru fleksibilitas menjadi bagian penting dari rutinitas yang sehat, terutama ketika seseorang sedang menghadapi perubahan besar. Memberikan ruang untuk beradaptasi dapat membantu rutinitas menjadi alat untuk mengurangi tekanan, bukan sumber tekanan baru.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya