Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jabal Magnet (http://www.worldfortravel.com/)
Dream - Salah satu tempat yang kerap dikujungi oleh jamaah haji maupun umrah dari Indonesia adalah Jabal Magnet atau Gunung Magnet. Tempat yang oleh warga setempat disebut dengan nama Manthiqa Baidha ini berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Madinah.
Jamaah haji ataupun umrah bisa ke lokasi ini secara rombongan. Mereka bisa membuktkan keunikan fenomena alam Jabal Magnet ini.
Daya dorong dan daya tarik magnet dari bukit yang terletak di sebelah kanan dan kiri jalan membuat kendaraan yang melaju dengan kecepatan 120 kilometer perjam perlahan-lahan akan turun hingga 5 kilometer perjam. Sehingga, gigi perseneling terpaksa diubah. Sebaliknya, jika meninggalkan kawasan ini, mobil tanpa diinjak gas pun, bisa melaju dengan kecepatan hingga 120 kilometer perjam.
Apa yang menyebabkan fenomena ini? Ada yang menjelaskan bahwa fenomena ini disebabkan oleh ilusi optik yang dihasilkan oleh lansekap gunung tersebut. Pepohonan dan lereng di kawasan tersebut menipu mata. Jadi, saat jalan terlihat menurun, sebenarnya jalan tersebut menanjak. Sebaliknya, saat jalan terlihat menanjak, sebenarnya itu adalah jalan menurun.
Posisi pohon dan lereng di daerah sekitar, atau garis cakrawala yang melengkung, dapat menipu mata sehingga apa yang seolah naik ke tanjakan ternyata sesungguhnya menuruni tanjakan dan sebaliknya.
Ada pula yang menerangkan secara geologi. Menurut ahli geologi setempat, Ma’rufin, secara geologis, fenomena Jabal Magnet ini bisa dijelaskan dengan logika. Menurut dia, Kota Madinah dan sekitarnya berdiri di atas Arabian Shield tua yang sudah berumur 700-an juta tahun.
Kawasan itu berupa endapan lava “ alkali basaltik” (theolitic basalt) seluas 180.000 kilometer persegi yang berusia muda yang muncul 10 juta tahun silam dengan puncak intensitas 2 juta tahun silam. Lava yang bersifat basa itu muncul ke permukaan bumi dari kedalaman sekitar 40-an kilometer melalui zona rekahan sepanjang 600 kilometer yang dikenal sebagai “ Makkah-Madinah-Nufud volcanic line”.
Bagaimana penjelasan selanjutnya dan sensasi berwisata ke Gunung Magnet? Baca ulasan dari Ikhram berikut ini.
Kirimkan kisah umrah dan haji Anda ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website/Facebook yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Baca Juga: Jadwal Lengkap Pelaksanaan Haji 2015 Tips Memilih Biro Umrah Agar Tak Tertipu Cara Mengantre di `Taman Surga` Menikah Sambil Umrah, Bagaimana Caranya? Umrah Hingga ke Spanyol, Apa Saja yang Dikunjungi? Hajar Aswad Semula Berwarna Putih Susu, Mengapa Jadi Hitam? Umroh Backpacker: Jalan-Jalan Murah Sambil Ibadah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya